SAATNYA DAN SELAYAKNYA ANDA MENGETAHUI

Kamis, 14 Februari 2013

Bimbingan Dan Konseling Karir

BK KARIR
Bimbingan karir juga merupakan salah satu bidang dalam bimbingan dan konseling yang ada di sekolah-sekolah. Menurut Winkel (2005:114) bimbingan karir adalah bimbingan dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja, dalam memilih lapangan kerja atau jabatan /profesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu, dan dalam menyesuaikan diri dengan berbagai tuntutan dari lapanan pekerjaan yang dimasuki. Bimbingan karir juga dapat dipakai sebagai sarana pemenuhan kebutuhan perkembangan peserta didik yang harus dilihat sebagai bagaian integral dari program pendidikan yang diintegrasikan dalam setiap pengalaman belajar bidang studi.


Bimbingan karir adalah suatu proses bantuan, layanan dan pendekatan terhadap individu (siswa/remaja), agar individu yang bersangkutan dapat mengenal dirinya, memahami dirinya, dan mengenal dunia kerja merencankan masa depan dengan bentuk kehidupan yang diharapkan untuk menentukan pilihan dan mengambil suatu keputusan bahwa keputusannya tersebut adalah paling tepat sesuai dengan keadaan dirinya dihubungkan dengan persyaratan-persyaratan dan tunutan pekerjaan / karir yang dipilihnya (Ruslan A.Gani : 11)

Menurut Herr bimbingan karir adalah  suatu perangkat, lebih tepatnya suatu program yang sistematik, proses, teknik, atau layanan yang dimaksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatan-kesempatan dalam pekerjaan, pendidikan, dan waktu luang, serta mengembangkan ketrampilan-ketrampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirnya (Marsudi, 2003:113).

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa bimbingan karir adalah suatu upaya bantuan terhadap peserta didik agar dapat mengenal dan memahami dirinya, mengenal dunia kerjanya, mengembangkan masa depan sesuai dengan bentuk kehidupan yang diharapkannya, mampu menentukan dan mengambil keputusan secara tepat dan bertanggungjawab.

A.   Bimbingan Karir Salah Satu Faktor Yang Dapat Mempersiapkan Siswa Memasuki Dunia Kerja
Dalam pelayanan bimbingan dan konseling ada empat bidang pelayanan yang harus diberikan kepada siswa yaitu bimbingan pribadi, bimbingan sosial, bimbingan belajar dan bimbingan karir. Bimbingan karir pada hakekatnya merupakan salah satu upaya pendidikan melalui pendekatan pribadi dalam membantu individu untuk mencapai kompetisi yang diperlukan dalam menghadapi masalah-masalah karir.

Donald D. Super (1975) mengartikan bimbingan karir sebagai suatu proses membantu pribadi untuk mengembangkan penerimaan kesatuan dan gambaran diri serta peranannya dalam dunia kerja. Menurut batasan ini, ada dua hal penting, pertama proses membantu individu untuk memahami dan menerima diri sendiri, dan kedua memahami dan menyesuaikan diri dalam dunia kerja. Oleh sebab itu yang penting dalam bimbingan karir adalah pemahaman dan peCareer guidance … encompasses all of the service that aim at helping pupils make occupational and educational plans and decisions nyesuaian diri baik terhadap dirinya maupun terhadap dunia kerja. Tolbert, (1975:27) memaparkan bahwa ““. Pengertian Tolbert ini mengandung makna bahwa bimbingan karir merupakan salah satu bentuk layanan dalam membantu siswa merencanakan karirnya.

Berdasarkan uraian terdahulu maka dapat dikatakan bahwa bimbingan karir merupakan suatu proses bantuan yang diberikan pada individu melalui berbagai cara dan bentuk layanan agar ia mampu merencanakan karirnya dengan mantap sesuai dengan bakat, minat dan kemampuan, pengetahuan dan kepribadian serta faktor-faktor yang mendukung kemajuan dirinya. Faktor-faktor yang mendukung perkembangan diri tersebut misalnya informasi karir yang diperoleh siswa dan status sosial ekonomi orang tua. Peters dan Shetzer (1974:267) mengemukakan bahwa tujuan bimbingan karir adalah membantu siswa dengan cara yang sistematis dan terlibat dalam perkembangan karir. Guru pembimbing hendaknya dapat membantu siswa merencanakan karirnya sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat yang dimilikinya. Moh. Surya (1988:14) menyatakan bahwa tujuan bimbingan karir adalah membantu individu memperoleh kompetensi yang diperlukan agar dapat menentukan perjalanan hidupnya dan mengembangkan karir kearah yang dipilihnya secara optimal.

Dari penjelasan-penjelasan di atas, secara esensial bimbingan karir merupakan salah satu proses layanan yang bertujuan membantu siswa dalam proses pemahaman diri, pemahaman nilai-nilai, pengenalan lingkungan, hambatan dan cara mengatasinya serta perencanaan masa depan.

Masa depan harus direncanakan disongsong bukan di tunggu. Awal masa depan itu adalah “di sini dan sekarang”. Persiapan untuk menyongsong masa depan dilakukan melalui prosedur-prosedur tertentu baik melaui pendidikan informal, formal maupun non formal. Melalui pendidikan di sekolah siswa dibekali dengan berbagai pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap- sikap tertentu. Bekal yang diperoleh siswa di sekolah bertujuan untuk mempersiapkan mereka memasuki dunia kerja.

Pacinski dan Hirsh (1971:8) menegaskan bahwa sekolah-sekolah mendapat kesempatan yang berharga melaui proses pendidikan untuk mempersipakn siswa memasuki dunia kerja. Salah satu bentuk layanan yang diberikan sekolah dalam upaya mempersiapkan siswa memasuki dunia kerja adalah bimbingan karir di samping kegiatan kurikuler. Melalui bimbingan karir siswa akan memperoleh pemahaman yang lebih tepat tentang dirinya, pengenalan terhadap berbagai jenis sumber-sumber kehidupan serta penghargaan yang objektif dan sehat terhadap karir.
Untuk mengantar siswa ke gerbang masa depan (pendidikan dan pekerjaan) yang diharapkan, program bimbingan karir yang dicanangkan di sekolah merupakan wadah yang tepat untuk itu. Melalui kegiatan bimbingan karir, siswa dibekali dan dilatih dengan berbagai kegiatan yang berhubungan dengan apa, mengapa dan bagaimana merencanakan masa depan. Artinya siswa mulai dari kelas satu sampai tamat SMK dilatih, dibimbing untuk kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan bagaimana merencanakan karir sepanjang hidup (career life span).

B.   Informasi karir Salah Satu Faktor Yang Mempengaruhi Kesiapan Siswa Memasuki Dunia kerja

Makna Informasi karir
Di dalam arus globalisasi yang memiliki diferensiasi sosial yang semakin kompleks, khususnya siswa SMK akan dihadapkan pada berbagai macam kemungkinan pilihan hidup yang penting, seperti pilihan untuk melanjutkan studi, pilihan tentang dunia kerja, pilihan tentang pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan, bakat dan minat, dan semua ini menuntut kemandirian dalam menjatuhkan pilihannya. Bagi siswa yang tidak dapat memahami potensi yang dimliki, di duga mereka juga tidak akan dapat menentukan berbagai macam pilihan karir, akhirnya akan mengalami masalah.
Permasalahan karir merupakan permasalahan masa depan siswa. Kegiatan masa sekarang akan mewarnai masa depan seseorang. Agar siswa SMK dapat menyiapkan masa depannya dengan baik, siswa harus dibekali dengan sejumlah informasi karir yang akan dipilihnya. Informasi yang cukup dan tepat tentang seseorang individu, merupakan aset bagi individu yang bersangkutan untuk memahami faktor-faktor yang ada pada dirinya, faktor kekuatan maupun faktor kelemahan-kelemahannya. Menurut John Hayes dan Barrie Hopson (1981:37) informasi karir adalah informasi yang mendukung perkembangan bidang pekerjaan, dan berdasarkan informasi itu memungkinkan seseorang mengadakan pengujian akan kesesuaian dengan konsep dirinya. Lebih lanjut dikatakan informasi karir tidak hanya sekedar merupakan objek faktual, tetapi sebagai kemampuan proses psikologis untuk mentransformasikan informasi itu dikaitkan dengan pilihan dan tujuan hidup masa depan.
Dewa Ketut Sukardi (1984:112) mengemukakan pada dasarnya informasi karir terdiri dari fakta-fakta mengenai pekerjaan, jabatan atau karir dan bertujuan untuk membantu individu memperoleh pandangan, pengertian dan pemahaman tentang dunia kerja dan aspek-aspek dunia kerja. Lebih lanjut dijelaskan bahwa informasi karir/jabatan meliputi fakta-fakta yang relevan dengan butir-butir berikut :
  1. Potensi pekerjaan termasuk luasnya, komposisinya, faktor-faktor geografis, jenis kelamin, tingkat usia, dan besarnya kelompok-kelompok industri.
  2. Struktur kerja dan besarnya kelompok-kelompok kerja
  3. Ruang lingkup dunia kerja meliputi; pemahaman lapangan kerja, perubahan populasi permintaan dari masyarakat umum yang membaik dan perubahan teknologi.
  4. Perundang-undangan peraturan atau perjanjian kerja.
  5. Sumber-sumber informasi dalam rangka mengadakan studi yang berkaitan dengan pekerjaan.
  6. Klasifikasi pekerjaan dan informasi pekerjaan.
  7. Pentingnya dan kritisnya pekerjaan.
  8. Tugas-tugas nyata dari pekerjaan dan hakekat dari pekerjaan.
  9. Kualifikasi yang memaksa untuk bekerja dalam bermacam-macam pekerjaan.
  10. Pemenuhan kebutuhan untuk bermacam-macam pekerjaan.
  11. Metode dalam memasuki pekerjaan dan meningkatkan prestasi kerja
  12. Pendapat dan bentuk-bentuk imbalan dari bermacam-macam pekerjaan
  13. Kondisi-kondisi kerja dalam berjenis-jenis pekerjaan
  14. Kriteria untuk penilaian terhadap materi informasi pekerjaan
  15. Ciri-ciri khas tempat kerja
Layanan Bimbingan Karir
Menurut Hatari (1983, dalam Sukardi 1992), bimbingan vakasional/ jabatan adalah pelayanan yang berpusat pada pemberian informasi kepada konseli. Hal yag diutamakan dalam pelayanan ini adalah penyeberluasan informasi jabatan dan pasar kerja. Istilah bimbingan karir mengandung konsep yang lebih luas. Bila bimbingan jabatan menekankan pada keputusan yang sangat menentukan pekerjaan tertentu, bimbingan karir menitikberatkan kepada perencanaan kehidpan seseorang dengan mempertimbangkan keadaan diri dan lingkungannya agar individu memperoleh peranan ositif yang layak dilaksanakan dalam masyarakat.
Bimbingan karir ialah bimbingan dalam memperiapkan diri menghadapi dunia pekerjaan/ prodesi tertentu serta membekali diri supaya siap memangku jabatan itu, dan menyesuaikan diri dengan tuntutan-tuntutan darii lapangan yang telah dimasukinya (Winkel, 1991). Bimbingan karir juga merupakan suatu proses membentuk seseorang untuk mengeti dan menerima gambaran tentang diri pribadinya dan gambaran tentang dunia kerja itu untuk akhirnya dapat memilih bidang pekerjaan, memasukinya da membina karir dalam bidang tersebut (Natawidjaja, 1991). Apabila informasi tentang karir dan profesi sudah dipahami sejak dini, maka siswa akan memiliki kenyakinan dalam memilih program studi dan Perguruan Tinggi sehingga tidak lagi terjadi kebingungan atau salah memilih jurusan karena bekal dan referensi yang cukup sudah didapat sejak dini.
Bimbingan karir merupakan salah satu jenis bidang bimbingan dalam Bimbingan dan Konseling. Para siswa memperoleh informasi mengenai karir dari Guru Pembimbing melalui layanan Bimbingan Karir. Secara umum tujuan bimbingan karir di sekolah adalah untuk membantu siswa memiliki keterampilan dalam mengambil keputusan mengenai karir dimasa depan (Kasim, 2001).
Peran bimbingan dan konseling karir sebagai pengintegrasi berbagai kemampuan dan kemahiran intelektual dan keterampilan khusus hingga sampai pada kematangan karir secara spesifik terumus dalam tujuan bimbingan karir sebagai berikut:
  1. peserta didik dapat mengenal (mendeskripsikan) karakteristik diri (minat, nilai, kemampuan, dan ciri-ciri kepribadian) yang darinya peserta didik dapat mengidentifikasi bidang studi dan karir yang sesuai dengan dirinya,
  2. peserta didik memperoleh pemahaman terntang berbagai hal terkait dengan dunia (karir-studi) yang akan dimasukinya seperti tingkat keuasan karir yang ditawarkan, deskripsi tugas dalam berbagai bidang pekerjaan, pengeruh perkembangan teknologi terhadap bidang kerja tertentu, kontribusi yang dapat diberikan dalam bidang  pekerjaan tertentu pada masyarakat, dan tuntutan kemampuan kerja dalam bidang-bidang pekerjaan tertentu di masa depan,
  3. peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai bidang pendidikan yag tersedia yang relevan dengan berbagai bidang pekerjaan. Dengan demikian peserta didik memperoleh dan dapat menerapkan pengetahuan dan keterampilan (skill) yang dituntut oleh peran-peran kerja tertentu,
  4. peserta didik mampu mengambil keputusan karir bagi dirinya sendiri, merencanakan langkah-langkah konkrit untuk mewujudkan perencanaan karir yang realistik bagi dirinya. Perencanaan karir yang realistik akan meminimalkan faktor dan dampak negatif dan memaksimalkan faktor dan dampak positif dari proses pemilihan karir,
  5. mampu menyesuaikan diri dalam mengimplementasikan pilihannya dan berfungsi optimal dalam karir (studi dan kerja), Carney, 1987 dan Reihant, 1979 (dalam Fajar Santoadi, 2007).
Bimbingan Karir di sekolah diarahkan untuk membantu siswa dalam perencanaan dan pengarahan kegiatan serta dalam pengambilan keputusan yang membentuk pola karir tertentu dan pola hidup yang ikan memberikan kepuasan bagi dirinya dan lingkungannya. Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan mengenai Bimbingan Karir, terdapat beberapa persamaan. Persamaan tersebut antara lain: 1) bantuan layanan, 2) individu, siswa, remaja, 3) masalah karir, pekerjaan, penyesuaian diri, persiapan diri, pengenalan diri, pemahaman diri, dan pengenalan dunia kerja, perencanaan masa depan, bentuk kehidupan yang diambil oleh individu yang bersangkutan.
Layanan Bimbingan Karir di SMA dapat dibedakan dalam dua bentuk yaitu secara individual dan secara kelompok. Layanan individual dapat diberikan di dalam ruang bimbingan/ ruang konseling melalui layanan konseling karir individu. Konseling karir dapat dimanfaatkan oleh setiap siswa yang secara khusus mengalami hambatan dalam hal perencanaan dan pemilihan karir. Konseling karir individual, lebih pada pertemuan profesional daripada pertemuan yang bersifat rekreatif. Dalam proses konseling tanggung jawab keputusan akhir tetap berada pada siswa/ klien (Gani, 1987). Sementara itu layanan bimbingan karir dengan format kelompok dapat dilakukan di dalam kelas dan diluar kelas. Kegiatan yang dapat dilakukan di dalam kelas antara lain: mendatangkan nara sumber, diskusi kelompok, bimbingan kelompok, sosiodrama, atau kegiatan yang melibatkan peran serta banyak kelas seperti hari karir. Guru pembimbing dapat menggunakan buku paket yang telah ada pada saat memberikan materi mengenai karir atau menggali lebih dalam dari sumber-sumber lain sehingga wawasan siswa mengenai karir semakin luas.
Kegiatan yang dilakukan diluar sekolah misalnya dengan mengadakan karya wisata atau mengunjungi Perguruan Tinggi yang ada. Dengan pemberian informasi, diskusi kelompok, seminar, talk show, tes bakat dan minat, mendatangkan narasumber yang berhasil dibidangnya dan melalui media cetak seperti poster, phamphlet, brosur, siswa diarahkan untuk memiliki pengetahuan yang memadai sebagai sebuah proses berfikir yang komprehensif. Setelah informasi terserap dengan baik diharapkan siswa memiliki sikap dan pemahaman diri yang baik sehingga mampu membuat perencanaan karir yang terarah. Perencanaan karir yang terarah dapat dilakukan sendiri oleh siswa atau dengan bantuan guru pembimbing melalui konsleing individual. Sikap positif siswa akan terbentuk melalui kegiatan yang melibatkan siswa secara aktif sebagai contoh guru pembimbing dapat melakukan bimbingan kelompok, konsleing kelompok, kunjungan ke Perguruan Tinggi, dll. Siswa dengan konsep pemikiran dan sikap yang positif memiliki keterampilan dalam membuat perencanaan karir dan keputusan karir yang tepat untuk dirinya.
Baca Selengkapnya → Bimbingan Dan Konseling Karir

Rabu, 06 Februari 2013

Bimbingan Konseling Perkembangan Keagamaan


Bimbingan dan Konseling merupakan proses pemberian bantuan kepada orang lain yang membutuhkannya. Bantuan tersebut bisa berupa nasehat, motivasi, konsultasi dan alternatif-alternatif solusi baik itu secara umum maupun khusus.


Umum maksudnya adalah Bimbingan Konseling diberikan untuk menangani kesulitan, hambatan dan masalah yang hadir dalam kehidupan sehari-hari. Sedangkan yang khusus maksudnya adalah Bimbingan Konseling menangani masalah-masalah spiritual rohaniah seseorang yang mengalami drop atau tekanan batin akibat perasaan menyesal dan bersalah. Salah satu Bimbingan dan Konseling khusus yang dapat dilakukan adalah Bimbingan Konseling Agama.

Rasulullah Saw Bersabda :
“ Sesungguhnya orang mukmin yang paling dicintai oleh ALLAH ialah orang yang senantiasa tegak taat kepadanya. dan memberikan nasehat kepada hambanya, semua akal dan fikirannya serta menasehati pula akan dirinya sendiri ; menaruh perhatian dan mengamalkan ajarannya selama hayatnya, maka beruntung dan memperoleh kemenangan pulahlah ia. ( HR. Ibn Abbas).

Sabda Nabi Muhammad tersebut diatas memberikan petunjuk kepada kita bahwa Bimbingan dan Konseling di samping perlu di lakukan terhadap orang lain karena memang di mungkinkan keberhasilannya, juga demikian di pandang sebagai salah satu ciri dari jiwa orang beriman.

Bimbingan Konseling Agama adalah segala kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dalam rangka memberikan bantuan terhadap orang lain yang mengalami kesulitan- kesulitan rohaniah dalam lingkungan hidupnya agar supaya orang tersebut mampu mengatasinya sendiri karena timbul kesadaran atau penyerahan diri terhadap kekuasan Tuhan Yang Maha Esa. Jadi jelasnya bahwa bimbingan dan konseling agama dilaksanakan maka sasarannya sudah barang tentu memberikan kecerahan batin sesuai dengan jiwa ajaran Agama.

Bimbingan Islami adalah proses pemberian bantuan yang terarah, berkelanjutan dan sistematis pada setiap individu agar ia dapat mengembangkan potensi atau fitrah beragama yang dimilikinya secara optimal dengan cara menginternalisasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam Al-Qur’an dan Hadits ke dalam diri. Sehingga ia dapat hidup selaras dan sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Hadits. Konseling Islami adalah suatu usaha membantu individu dalam menanggulangi penyimpangan perkembangan fitrah beragama yang di milikinya, sehingga ia menyadari peranannya sebagai khalifah di muka bumi.

PERKEMBANGAN KEJIWAAN PADA ANAK

Guru Agama dalam menjalankan tugasnya sebagai Konselor/ pembimbing Agama di samping perlu menyadari langkah-langkahnya dengan sumber ajaran Agama juga dalam proses Konseling perlu memperhatikan perkembangan jiwa keagamaan pada anak bimbing.

Oleh karena itu tugas pengamatan yang pertama-tama harus di lakukan oleh guru Agama sebagai Konselor ialah pengamatan langsung pada situasi dan sikap Agama pada keluarga serta lingkungan hidup anak bimbing yang selanjutnya dijadikan bahan dasar pengartian di dalam melaksanakan tugas sesuai dengan metode mana yang hendak dipakai dalam proses Bimbingan dan Konseling agama itu.

·            Perkembangan Hidup Pada Anak Tingkat Sekolah Dasar
a.       Pada usia 6 tahun pengertiannya terhadap Agama menjadi makin kuat, apalagi bilamana praktek ibadah selalu di berikan kepada mereka, hubungan dengan Tuhan sangat bersifat pribadi atau personal mereka, senang berdoa dengan sepenuh hati.
b.      Usia 7 sampai 10 tahun mereka mulai memperoleh sikap yang lebih matang terhadap agama. Mereka lebih ingin mengetahui tentang Tuhan dan banyak mengajukan pertanyaan tentang hal tersebut.
Oleh sementara ahli didik, periode usia inilah dianggap merupakan masa- masa peka terhadap penidikan agama, oleh karenanya sangat mudah untuk di pengaruhi oleh guru Agama.
c.       Usia 10 sampai 12 tahun anak telah benar-benar dapat menghayati cerita serta peristiwa- peristiwa yang mengandung kegiatan (spiritual) seperti kematian, hari kiamat, kisah para Nabi & Rasul, dan sebagainya.
Dalam periode inilah guru agama sebagai konselor dapat melakukan bimbingan dan konseling melalui pendekatan situasional. Perasaan itu perlu dikembangkan melalui partisipasi dalam kegiatan keagamaan seperti sholat berjama’ah, panitia hari besar agama serta organisasi dan kegiatan- kegiatan keagamaan lainnya.

·            Perkembangan Hidup Keagamaan Pada Anak Tingkat SLTP
Anak pada tingkat pendidikan SLTP telah memasuki masa pubertas yang oleh para ahli psikologi di anggap masa usia dimana perasaan keagamaan mulai terbentuk dalam pribadinya. Masa pubertas tersebut dialami oleh mereka sebagai permulaan timbulnya kegoncangan batin yang sangat memerlukan tempat perlindungan jiwa, yang mampu memberikan pengarahan positif dalam perkembangan hidup selanjutnya.
Kekosongan batin dalam kegoncangan jiwa sangat terbuka kepada pengaruh nilai- nilai keagamaan yang di Bimbing oleh Konselor yang menjadikan dirinya sebagai pelindung atau penyelamat baginya.

·            Perkembangan Keagamaan Pada Anak Tingkat SLTA
Demikian pula pada anak tingkat pendidikan SLTA sering terjadi konflik batin yang tidak mereka ketahui jalan keluarnya, dan konflik demikian memerlukan bantuan pencerahan atau penyelesaian dari konselor yang meletakkan dirinya sebagai petunjuk jalan keluar.
Penyaluran nafsu-nafsu yang berejolak dalam pribadi mereka perlu diarahkan kepada kegiatan-kegiatan yang bersifat sublimatif sepeti kegiatan olahraga, seni budaya dan organisasi yang terkendalikan.

METODE BIMBINGAN DAN KONSELING YANG DAPAT DITERAPKAN DALAM KEAGAMAAN
Para pembimbing keagamaan memerlukan beberapa metode yang dapat menghampiri sasaran tugasnya antara lain :

·            Metode Interview (wawancara)
Interview adalah suatu metode untuk mendapatkan data-data atau informasi tentang Anak Didik dengan mengadakan Wawancara secara langsung (tatap muka).

·            Metode Kelompok
Yaitu metode yang diakukan di luar kelas atau jam pelajaran yang meliputi Karya Wisata, Diskusi Kelompok, OSIS, dan Sosiodrama. Dengan menggunakan kelompok, pembimbing dapat mengembangkan sikap sosial (relasi sosial)

·            Metode Non Directif (Tidak Mengarahkan)
Dalam metode ini terdapat dasar pandangan bahwa klien sebagai mahluk yang bulat yang memiliki kemampuan berkembang sendiri dan sebagai pencari kemantapan diri sendiri. Dalam metode ini, Konselor hanya perlu memahami asumsi dan pendapat diri tentang dirinya sendiri untuk berempati terhadap klien.
Dr. Willam E. Hulme metode ini sangat cocok di gunakan oleh penyuluh Agama, karena Konselor akan lebih memahami kenyataan penderitaaan klien yang biasanya bersumber pada perasaan dosa yang banyak menimbulkan perasaan cemas, konflik kejiwaan dan gangguan jiwa lainnya.

·            Metode Directive Conseling
Directive conseling merupakan bentuk psikoterapi yang paling sederhana, karena Konselor dapat secara langsung memberikan jawaban terhadap problem yang oleh klien disadari menjadi sumber kecemasannya. Pada metode ini Konselor secara eksklusif dapat membagikan pengalaman-pengalaman yang dapat menjadi nasehat bermakna bagi klien.

·            Metode Educatif (pencerahan)
Metode educatif adalah pemberian pencerahan atau pendidikan terhadap unsur-unsur kejiwaan yang menjadi sumber konflik seseorang dan selanjutnya Konselor menganalisa fakta kejiwaan klien untuk penyembuhan.
Dalam hubungan dengan penggunaan metode tersebut di atas guru agama sebagai orang yang harus melakukan Bimbingan dan Konseling dalam agama perlu juga menjiwai langkah- langkahnya dengan sumber – sumber petunjuk agama misalnya :
“Maka di sebabkan Rahmat dari Allah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkan mereka dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai mereka bertawakkal kepadanya.. ( Qs Ali imron 159)”
Di samping itu prinsip pendekatan yang telah diajarkan nabi kepada Abu musa Al- Asyaary dan Muadz bin–Jabal ketika hendak beerangkat ke Yaman untuk menunaikan misi khusus :
“ Permudahlah jangan mempersukar dan gembiralah (besarkan jiwanya) dan jangan melakukan tindakan yang menyebabkan mereka lari pada-Mu” (Al Haditst).

GURU AGAMA SEBAGAI PENDIDIK DAN PEMBIMBING
Tugas dan fungsi guru dalam proses kependidikan di sekolah (Madrasah) tidak hanya sebagai pengajar ilmu pengetahuan semata-mata melainkan juga betugas sebagai pendidik dan pembimbing atau Konselor.
Menurut beberapa ahli bahwa Bimbingan dan Pendidikan tidak dapat dipisahkan dalam proses, terutama yang berkegiatan dalam rangka mencapai tujuan hidupnya. Pada umumnya para ahli memandang bahwa Konselor Agama menempuh berbagai jalan atau cara yang lebih sulit dari pada menjadi Konselor di bidang lain yang non agama; karena Konselor Agama harus memiliki beberapa persyaratan khusus, antara lain kematangan jiwa dan keimanan yang tangguh serta berkemampuan menjadi uswatun hasanah (contoh teladan) sesuai norma-norma ajaran agamanya, baik dilingkungan sekolah maupun di luar sekolah (masyarakat).
Di lihat dari segi misioner, jabatan guru agama dapat dikatakan sebagai reeping (panggilan tuhan) untuk berbakti kepada tuhan dengan fungsinya yang amat penting bagi pembinaan iman melalui proses kependidikan individual manusia.
Dalam pandangan islam, seseorang imam atau ulama secara built-in (melekat), juga di pandang oleh para pengikutnya, selain sebagai guru agama dan pendidik juga sebagai penyuluh atau Konselor Agama yang tugasnya menjadi guru penerang, pemberi, petunjuk jalan arah kebenaran, juru pengingat, juru penghibur hati duka, serta muballig yang perilaku sehari-harinya mencerminkan uswatun hasanah di tengah ummatnya. Sebagaimana halnya fungsi Nabi Muhammad SAW yang di utus menjadi mu’allim (guru) dan pendidik akhlak al-karimah. Sebagaimana sabda beliau yang artinya : “aku diutus untuk menjadi guru” dan sabdanya lagi : ”saya diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mullia“.

PROGRAM KHUSUS BIMBINGAN AGAMA BAGI PENANGGULANGAN KENAKALAN REMAJA

·            Kenakalan Remaja Sebagai Suatu Problema
Dalam melihat masalah ini kita perlu membedakan manakah yang kita kategorikan kenakalan dengan bukan kenakalan. Kenakalan remaja adalah tingkah laku atau perbuatan yang berlawanan dengan hukum-hukum yang berlaku yang dilakukan oleh anak-anak dari antara umur 10 tahun sampai dengan 18 tahun. Perbuatan yang dilakukan oleh anak-anak di bawah usia 10 tahun dan diatas 18 tahun dengan sendirinya tidak di kategorikan dalam apa yang kita sebut “kenakalan”
Tingkah laku anak remaja yang dipandang kenakalan karena :
a.       Mengangu tertib Sosial dan Hukum
b.      Merugikan perkembangan generasi muda itu sendiri
c.       Mengganggu jalannya perkembangan sosial pedagogis, ekonomi, dan kebudayaan dan sebagainya.

·            Faktor- faktor yang Mengakibatkan Kenakalan Remaja
a.       Faktor lingkungan. Antara lain ; Keadaan ekonomi masyarakat. Masa daerah peralihan. Keretakan hidup keluarga. Pola dalam mengasuh anak. Pengaruh teman sebaya. Pengaruh pelaksanaan hukum (kurang dapat di pertanggung jawabkan).
b.      Faktor Kepribadian. Antara lain ; Penyakit syaraf (bawaan). Dorongan nafsu dan keinginan. Penilaian yang tidak tepat kepada diri sendiri dan orang lain (buta moral). Pandangan terhadap diri sendiri yang negatif.
Dalam hubungannya dengan kenakalan remaja yang telah diuraikan di atas maka pendidik agama sebagai konselor di samping perlu memahami berbagai faktor penyebabnya perlu pula mengambil langkah-langkah preventif (mencegah) dan kuratif (mengobati) yang meliputi prinsip-prinsip sebagai berikut :
1.      Di lingkungan sekolah hendaknya bekerja sama dengan guru d bidang lain.
2.      Berusaha membina kerjasama dengan Biro konsultasi remaja yang ada, dan pejabat peradilan anak atau kepolisian bidang pengawasan anak.
3.      Bila mana terjadi kenakalan di dalam lingkungan tanggung jawabnya, maka berusahalah melakukan pendekatan kepada remaja yang bersangkutan.
4.   Hendaknya mempolakan rencana program pencegahan di lingkungan sekolah dengan kegiatan diskusi.
5.      Berusaha membina hubungan kerja sama dengan orang tua murid dengan yang sebaik-baiknya.
6.      Dalam rangka pencegahan, hendaknya Konselor Agama berusaha mengisi acara konseling di pusat-pusat kegiatan remaja. Misalnya : Karang Taruna dalam organisasi remaja lainnya.
7.    Berusaha menghindarkan remaja dari pengaruh media massa yang mengandung unsur merusak moral. Misalnya : majalah atau video porno, pornografi.

Akan tetapi yang penting perlu diingat konselor agama senantiasa menanamkan pengertian kepada remaja bahwa kaum remaja pun dapat beriman yang teguh dan beragama yang taat, sebagaimana dilukiskan oleh Allah dalam firmannya tentang pemuda al-kahfi :
“ Sesungguhnya mereka adalah kaum remaja yang teguh beriman dan aku tambah kepada mereka petunjuk.” (QS Al-kahfi:13).

Dari seluruh pemaparan dan pemahaman di atas disebutkan bahwa guru agama sangat berperan dalam membentuk kepribadian dan mengubah tingkah laku peserta didik ke arah yang lebih baik dan sesuai tuntunan Islami. Jadi dapat disimpulkan, sebenarnya pemahaman tentang Bimbingan dan Konseling sangatlah sederhana juga merupakan fitrah manusia untuk selalu menasehati sesama manusia guna kemashalatan umum.

Jadi buat rekan-rekan Mahasiswa terutama yang jurusan Bimbingan dan Konseling, kita harus bangga dan bersyukur dalam kewajiban kita menuntut ilmu yang di ridhoi Allah Swt. dan semoga selalu menjadi amal shaleh, shodaqoh jariyah, serta ilmu yang bermanfaat. Amin Yaa Raabbal Alamin.
Baca Selengkapnya → Bimbingan Konseling Perkembangan Keagamaan

Jumat, 01 Februari 2013

Mengelola Syahwat Secara Islami

Perihal Manusia Dalam Menjaga Syahwatnya

Setiap manusia dilengkapi oleh Allah dengan gharizah (insting) dan berbagai rangsangan yang dapat membawanya dalam menata kelangsungan hidupnya. Salah satunya gharizah seksual, dengan tersebarnya gharizah (insting) ini manusia dapat berlangsung untuk memakmurkan bumi.

Islam sebagai agama yang kaffah telah memudahkan manusia untuk menyalurkan hasrat seksual mereka secara halal dan baik yaitu dengan menikah, bahkan dilarang untuk hidup membujang dan menyendiri dalam menjalani kehidupan. Allah sangat melarang hamba-hamba-Nya untuk mendekati perbuatan zina sebagaimana firman-Nya :

“Dan orang-orang yang tidak menyembah Tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barangsiapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa (nya). (Yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat dan dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina. Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; Maka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Furqon : 68-70)

Nabi Saw. telah memperingatkan kita tentang zina dengan sabda-sabdanya yang indah : “Wahai orang-orang.! Takutlah kepada zina karena di dalamnya terdapat enam perkara; tiga perkara di akhirat, adapun yang di dunia, ia (zina) menghilangkan kebagusan, menimbulkan kemiskinan dan mengurangi umur. Adapun yang di akhirat dapat menimbulkan kemarahan Allah, perhitungan yang buruk dan siksa neraka”.

Sedangkan disebutkan dalam kitab Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud as. bahwa “Para pezina akan digantung di neraka dengan kemaluannya, dan dipukul dengan pecut dan besi maka menjerit salah seorang karena pukulan itu, diingatkan oleh malaikat Zabaniah; manakah suaramu di kala kamu tertawa gembira dan bersenda gurau, dan tidak malu atau ingat pada Allah yang selalu mengawasimu.”

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa’ : 32)

“Jika seorang hamba berzina, keluarlah keimanan dari dirinya, maka keimanan itu berada di atas kepalanya seperti naungan, jika ia telah meninggalkannya, maka keimanan itu kembali kepadanya”. (HR. Abu Dawud & Hakim)

Maka sangat jelas sudah, bahwa berzina itu haram dan wajib dihindari oleh setiap muslimin. Kembali kepada zaman sekarang yang begitu pesat perkembangannya, bahkan pesat pula perkembangan maksiatnya. Perihal maksiat dan berzina saat ini sudah begitu samar dan menjadi kebiasaan yang wajar serta biasa di lingkungan masyarakat.

Salah satu contoh perbuatan zina dan maksiat yang menglobal saat ini adalah free sex, pornografi, fitnah aurat, dan banyak lagi istilah pada saat kini. Generasi-generasi muda yang menyimpang dan rusak seakan menjadi pemandangan biasa sebagai imbas tuntunan perkembangan zaman. Na’udzu bilahi min dzalik.

Maka dari itu teman, mulai saat ini hindari perbuatan zina, jauhi sejauh-jauhnya sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kita lakukan. Mulai dengan hati yang bersih untuk menghindari perbuatan maksiat dan zina, jagalah syahwat dari perbuatan yang hina niscaya Allah akan mengangkat tinggi derajat kita baik di dunia maupun di akhirat. Amin yaa rabbal allamin.

Salah satu jalan yang menjerumus kepada zina dan maksiat khususnya untuk remaja dan muda-mudi adalah pacaran, yang mana menurut Abu Al-Ghifari bahwa pacaran adalah pertemuan rutin dengan kekasih untuk menumpahkan segala hasrat dengan berbagai bumbu tertentu seperti berpegangan tangan, saling pandang, bergandengan, ciuman dan berpelukan bahkan hingga hubungan seksual berani mereka lakukan. Dari pacaran itulah zina dimulai, maka dari itu teman, jika anda saat ini masih pacaran segeralah untuk menikah atau hindari pertemuan yang hanya akan membuat anda semakin menyelami perbuatan zina. Astagfirullaahal ‘adhim.

Juga salah satu yang saat ini menjamur adalah pornografi, baik itu gambar maupun video. Pornografi seakan-akan menjadi hal yang wajar dan biasa terjadi pada kalangan muda, menonton dan melihat gambar serta video bersetubuh atau aurat seakan-akan adalah kegiatan normal dan wajar, setidaknya itulah yang sering diserukan oleh syetan-syetan dari golongan manusia. Sesungguhnya perbuatan tersebut begitu rendah dari binatang dan hanya akan menimbulkan perilaku menyimpang belaka.

Wallahu ‘alam. Audzubillahi minassyaitan nirrajim.


Akibat-Akibat Menonton Film Porno

Dari Mu’awiyah ra. Berkata : Aku mendengar Rasulullah saw bersabda : “Sesungguhnya jika engkau mengikuti aib-aib orang lain, maka aib-aib tersebut akan merusak mereka, atau engkau yang akan merusak mereka,” (THR. Ibn Hibban).

Dunia Barat selalu mencari cara untuk menemukan kesenangan dunia. Mulai dari ujung kaki, sampai ujung kepala. Apalagi urusan bawah perut. Semuanya dibolehkan. Tentu tidak demikian dengan Islam.

Tatkala Dunia Barat menyalurkan syahwat mereka pada perkara-perkara yang haram maka jadilah mereka kehilangan rasa kepuasan dengan cara-cara yang halal dan yang sesuai dengan fitroh dan harkat kemanusiaan. Sehingga timbullah kelainan-kelainan seksual, seperti homo seksual, hubungan seks dengan cara kasar, bahkan dengan menyakiti pasangannya agar timbul kepuasan. Bahkan sebagian mereka hanya bisa puas jika berjima. dengan hewan peliharaannya.

Yang sangat menyedihkan adalah setelah tersebarnya video, parabola, dan internet, maka banyak kaum muslimin yang menonton tayangan-tayangan film porno. Dan tidak diragukan lagi bahwasanya larisnya praktek oral seks di kalangan kaum muslimin juga setelah larisnya tayangan-tayangan tersebut. Dari sinilah sangat jelas hikmah dari firman Allah :

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Dan katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya,” (QS. An-Nuur : 30-31).

Diantara akibat buruk dari menyaksikan tayangan-tayangan seperti ini adalah :

§      Hilangnya rasa malu karena terlalu sering menyaksikan aurat para pezina
§  Hilangnya rasa cemburu dari hati kedua pasangan, bagaimana tidak?, sementara sang istri membiarkan sang suami berlezat-lezat menonton aurat para wanita pezina pelaku film-film porno tersebut. Demikian juga sang suami membiarkan sang istri berlezat-lezat melihat aurat para lelaki barat pezina dalam tayangan film-film porno tersebut.
§ Hilangnya rasa kepuasan terhadap pasangannya. Masing-masing berangan-angan pasangannya bisa seperti tokoh yang ia saksikan dalam tayangan-tayangan film porno tersebut. Dan di antara sebab timbul banyaknya perceraian adalah akibat menyaksikan tayangan-tayangan film porno. Sungguh Allah telah memberikan kepuasan kepada sang lelaki dengan istri yang halal, akan tetapi tatkala ia menyaksikan film-film porno maka dicabutlah rasa kepuasan tersebut, bahkan ia berangan-angan untuk bisa berzina dengan wanita barat pezina yang dia lihat dalam tayangan porno tersebut agar bisa berfantasi dengannya. Wal’iyaadzu billah.
§  Hilangnya rasa kepuasan dengan cara berhubungan seksual yang sesuai dengan fitroh manusia. Betapa banyak lelaki yang sangat ingin mempraktekkan anal seks (berjimak lewat dubur) setelah menonton tayangan-tayangan seperti ini. Betapa banyak para wanita yang ingin digerayangi lebih dari seorang lelaki setelah menyaksikan tayangan-tayangan tersebut.
Adapun secara fatamorgana, film porno juga memberikan dampak sebagai berikut :


1.      Pornografi memberi makan pada “keinginan mata” dan “keinginan daging” yang tidak akan pernah terpuaskan. Pornografi hanya akan membuat ‘penontonnya’ minta tambah, tambah, dan tambah lagi. Dengan mudah, pornografi memperbudak orang akan nafsunya dan membuka pintu terhadap segala jenis kejahatan seperti kemarahan, penyiksaaan, kekerasan, kepahitan, kebohongan, iri hati, pemaksaan, dan keegoisan.
2.   Pornografi membuat cara berpikir seseorang menjadi penuh dengan seks semata. Pikiran seks akan menguasai alam bawah sadar mereka. Gambar berbau seks akan melekat pada otak mereka, sehingga pada saat seseorang memutuskan untuk berhenti melihat pornografi-pun, gambar-gambar yang pernah ia lihat dimasa lalu akan bertahan sampai beberapa tahun bahkan selama-lamanya.
3.     Pornografi menjadi ajang promosi terhadap praktik seksual yang menyimpang. Contohnya, situs porno internet biasanya terhubung dengan situs porno yang lebih progresif seperti homoseks, pornografi anak, seks dengan hewan, perkosaan, seks dengan kekerasan dan lainnya. Ini akan membuat orang-orang tertentu terganggu secara mental dan tertantang untuk mencoba. Dengan demikian, makin banyaklah perilaku seks menyimpang di masyarakat.
4.  Pornografi membuat seseorang terpicu untuk lebih suka melayani diri sendiri dibanding orang lain. Masturbasi/onani adalah contohnya. Ini adalah tindakan pemenuhan nafsu pribadi yang bisa membuat seseorang sulit menerima dan memberi cinta yang sebenarnya pada orang lain. Pornografi biasanya membuat orang kecanduan masturbasi/onani.
5.     Pornografi akan membawa seseorang terhadap penggunaan waktu dan uang dengan sangat buruk. Sedikit ada waktu luang atau uang lebih, akan dihabiskan untuk memuaskan hawa nafsunya.
6.      Dengan sering melihat situs porno atau membeli film/majalah porno, orang-orang tersebut mendukung perkembangan industri pornografi yang biasanya dikelola oleh “kejahatan terorganisir” yang mencari dana dengan cara haram.
7.    Terbiasa melihat pornografi akan merusak hubungan orang tersebut dengan lingkungannya, dalam hal ini keluarga atau orang-orang terdekatnya. Pada hubungan pacaran, hubungan yang berkembang menjadi tidak sehat. Orang yang terlibat pornografi akan menyalahkan kekasihnya pada tindakan-tindakan seksual yang mereka lakukan. Padahal masalah itu terdapat pada pribadinya sendiri, dan pasangannya adalah si ‘korban’. Pada pasangan yang telah menikah, ini akan memicu ketidakpuasan seksual dan praktik seksual yang menyimpang sehingga mengarah ke arah ketidakharmonisan keluarga, bahkan perceraian.
8.  Dalam banyak kasus, pornografi membuat seseorang kehilangan daya kerjanya. Yang tadinya aktif dan kreatif bisa menjadi tidak fokus dalam pekerjaan.
9. Pornografi dapat merusak hubungan seksual dengan pasangan karena terbiasa membayangkan orang lain dalam hubungan seksual. Imajinasi adalah salah satu efek pornografi yang sangat kuat. Nilai dan kemurnian seksual sesungguhnya menjadi rusak.
10. Melihat pornografi akan membuat seseorang menjadi sering berbohong. Orang yang terikat pornografi akan menyimpan kebiasaannya ini sebagai rahasia, sehingga dengan berbohong ia dapat menyembunyikan rasa malunya dan menghindari kritik dari lingkungannya. Kemanapun ia pergi, ia akan cenderung memakai ‘topeng’.
11. Pornografi akan membawa seseorang pada konsekuensi spiritual yang serius.Tekanan dan kebingungan akan memenuhi hidupnya. Pornografi membawa kekuatan jahat yang akan mengontrol dan mendominasi pemirsanya. Sekali saja seseorang melihat pornografi, itu akan membawanya semakin dalam. Nilai moral yang benar makin lama makn pudar, sehingga timbul standar ganda yang membingungkan.
12. Pornografi akan membuat seseorang mempercayai semua kebohongan yang ditawarkan oleh pornografi sendiri.
Contoh kebohongan yang ditawarkan ialah :
a.      Kebebasan seksual                                                  = kebahagiaan
b.      Penyimpangan seksual                                          = normal
c.       Kapan saja melampiaskan kebutuhan seksual    = hal yang benar dan wajar
d.      Setiap hari masturbasi                                           = sehat
e.       Pornografi                                                              = tidak menyakiti siapapun
f.        Bintang porno                                                        = orang paling bahagia di dunia

Maka dari itu teman, mulai sekarang jauhi yang namanya pornografi karena tidak ada manfaatnya bagi diri sendiri. Pornografi hanya akan menjerumuskan kita kepada jurang ilusi yang menyesatkan, merusak mental, moral, dan hasrat yang seharusnya mulia. Sayangi diri anda sendiri dengan menjauhkan diri dari maksiat belaka, ingatlah hidup ini begitu singkat, sangat singkat bahkan untuk dosa-dosa yang kecil. Jangan pernah lihat seberapa banyak kita berbuat dosa yang kecil, namun lihat dan resapi kepada siapa kita berbuat dosa, siapa yang tahu akan segala perbuatan kita di bumi ini, apakah kita tidak malu...?? jika kepada sesama manusia saja kita bisa malu, apa lagi kepada Tuhan..!
Tidak ada kata terlambat Teman, jikalau pun saat ini kamu telah mengetahui kebenaran dari yang sebelumnya kamu masih berada jalan yang salah, kamu menyesal dan ingin menjadi lebih baik. Jangan pernah menutup diri dari rahmat Allah SWT. Yang Maha Pengasih dan Pemaaf, memohonlah dan mengadulah kepada-Nya tentang semua kesalahan yang sudah terjadi dan bersyukurlah kini kita sudah diberi petunjuk awal ke jalan yang diridhoi oleh-Nya. Amin Ya Rabbal Allamin.

Tips Untuk Menghindari Perbuatan yang Menjerumus Zina
Saya akan sedikit berbagi tentang bagaimana cara menghindari dan menjauhi perbuatan yang dapat menjerumuskan kita kepada maksiat atau zina. Adapun yang dapat kita lakukan ketika mendapati ajakan atau bujukan dari syetan golongan manusia atau ketika ada hasrat bisikan dari syetan yang sesungguhnya, kita dapat melakukan :
Berwudhlu. Lakukan wudhlu ketika hasrat syahwat tidak terkendali sehingga mengajak kepada ke maksiatan dan zina. Hasrat tersebut karena rangsangan yang didapat dari luar dan lingkungan, dan mulailah dzikir atau membaca surat-surat Al-qur’an untuk mengalihkan hasrat syahwat tersebut.
Ketika hal itu belum berhasil, maka Sholatlah. Alihkan konsentrasimu kepada Sholat baik itu yang wajib maupun yang sunnah. Insha Allah. Allah akan melindungimu.
Ketika dirasa hal tersebut belum efektif atau masih kurang, maka berpuasalah. Jika kamu ingin mengendalikan nafsu syahwatmu secara konsisten, kamu bisa melakukan puasa, lakukan puasa-puasa sunnah dan rutin lakukan hal tersebut. Sesungguhnya rasa lapar akan menyadarkan kita dari belenggu syahwat atas ridho Allah SWT.
Ketika kita mampu menjaga dan mengelola syahwat kita, mohonlah kepada Allah SWT. Agar selalu diberi kekuatan berupa keimanan dan ketaqwaan dalam menghindari suatu keburukan juga atas godaan-godaan syetan, kamu bisa membaca Doa-doa atau dzikir dalam keseharianmu.
DO'A mohon kelapangan hati :
“Ya Tuhanku, lapangkanlah dadaku, mudahkanlah urusanku, dan lepaskanlah kekakuan lidahku, agar mereka mengerti perkataanku.” (Qs.Thaahaa (20) : 25-27)
DO'A mohon ketetapan hati :
“Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah ENGKAU turunkan dan kami telah mengikuti Rasul, karena itu masukkanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang memberikan kesaksian.” (QS.Ali-’Imraan (3) : 53)
DO'A selamat dari kedengkian :
“Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan dosa-dosa saudara-saudara kami yang telah mendahului kami dengan membawa iman,dan janganlah ENGKAU membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, sungguh ENGKAU Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (QS.Al-Hasyr (59) : 10)
Do'a Minta hati yang khusyu’ :
“Ya ALLAH, sesungguhnya aku berlindung kepada-MU dari hati yang tidak khusyu’, dari doa yang tidak di dengar, dari jiwa yang tidak pernah kenyang, dan dari ilmu yang tidak bermanfaat.” (HR.Tirmidzi & Nasa’i)
DO'A berlindung dari keras hati :
“Ya ALLAH, aku berlindung kepada-MU dari perasaan tidak berdaya dan kemalasan, rasa pengecut dan bakhil, ketua rentaan dan keras hati, lalai dan ketergantungan, hina dan kemelaratan. Aku berlindung kepada-MU dari kefakiran, kekufuran, kefasikan, pembangkangan, kemunafikan, sum’ah, dan riya’. Aku juga berlindung kepada-MU dari tuli, bisu, gila, penyakit kulit akut, barash (belang), dan segala penyakit yang jahat.” (HR.Hakim)
DO'A tetap dalam Iman & Islam :
“Wahai dzat yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku senantiasa mengikuti agama-MU.” (HR.Tirmidzi)
DO'A meredakan kemarahan :
“Ya ALLAH, ampunilah dosaku, hilangkanlah kemarahan hatiku, dan bebaskanlah aku dari syaitan.” (HR.Ibnu Sunni)
DO'A mohon perlindungan dari akhlak yang jelek :
“Ya ALLAH, sesungguhnya aku berlindung kepada-MU dari kejelekan akhlak, amal, dan hawa nafsu.” (HR.Muslim, Nasa’i, Abu Dawud)
DO'A supaya istiqamah & ikhlas :
“Ya ALLAH, aku mohon kepada-MU teguh dalam segala urusan dan ketetapan dalam hati di atas petunjuk. Kami mohon kepada-MU hati yang bersih dan lidah yang jujur. Kami mohon kepada-MU kebajikan yang ENGKAU ketahui,.Kami berlindung kepada-MU dari kejahatan yang ENGKAU ketahui dan kami mohon ampun kepada-MU terhadap apa yang ENGKAU ketahui, sesungguhnya ENGKAU mengetahui hal-hal yang ghaib. Ya ALLAH, ENGKAU yang membolak-balikkan hati,tetapkanlah hati kami di atas agama-MU. Ya ALLAH,ENGKAU yang mengubah-ubah hati,ubahlah hati kami atas ketaatan kepada-MU.” (HR.Muslim)
DO'A mohon kecintaan kepada ALLAH :
“Ya ALLAH, sesunguhnya aku memohon kepada-MU agar selalu mencintai-MU, mencintai orang-orang yang mencintai-MU, dan amal perbuatan yang dapat mengantarkanku untuk mencintai-MU. Ya ALLAH, jadikanlah cintaku pada-MU melebihi cinta pada diriku sendiri, keluargaku, dan melebihi air yang menyejukkan.” (HR.Tirmidzi)
DO'A perlindungan dari keburukan seluruh indera kita :
“Ya ALLAH, sesungguhnya aku berlindung kepada-MU dari keburukan pendengaranku, keburukan pengelihatanku, keburukan lisanku,keburukan hatiku,dan keburukan angan-anganku.” (HR.Abu Dawud & Tirmidzi)

Semoga Bermanfaat...!!
Billahi Fii Sabillil Haq, Fastabiqul Khairat, Wassalamuallaikum Warahmatullahi Wabb..!!!
Baca Selengkapnya → Mengelola Syahwat Secara Islami