SAATNYA DAN SELAYAKNYA ANDA MENGETAHUI

Kamis, 14 Maret 2013

Makalah Konseling Kelompok Behavioral


BAB I
PENDAHULUAN

       A.    Latar Belakang Pembahasan
Individu-individu yang menempati wilayah tertentu merupakan suatu perkumpulan atau disebut dengan kelompok. Dengan demikian, kehidupan individu itu tidak terlepas dari kelompok, baik kelompok kecil seperti keluarga dan kelompok kerja, maupun kehidupan kelompok besar seperti masyarakat, bangsa, dan lain sebagainya.
Menurut Hernert Smith, kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa individu yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan atas dasar kesatuan persepsi.
Jadi, dapat diambil pemahaman bahwa kelompok merupakan kumpulan individu yang mengadakan interaksi secara mendalam antara satu sama lain. Mereka memiliki kesatuan persepsi untuk bertingkah laku di dalam maupun di luar kumpulan mereka. Sementara itu, konseling kelompok adalah layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
Mengingat peranan konseling kelompok dalam kehidupan sekarang ini bukan hanya menjadi salah satu teknik penting dalam profesi Bimbingan dan Konseling khususnya di lingkungan pendidikan, namun telah menjadi salah satu teknik terapi dan peningkatan pengelolaan emosi dan tingkah laku yang efektif seperti yang sudah banyak dilakukan di negara-negara maju. Format konseling kelompok bisa mengurangi ketakutan untuk mengungkapkan emosi, dan menawarkan pelatihan ulang dalam pengungkapan emosi yang lebih sesuai.
Konseling kelompok yang dilakukan dengan baik sangat efektif dalam menangani masalah psikologis, misalnya masalah antarpribadi. Untuk dapat melakukan proses konseling kelompok yang baik sangat diperlukan pemahaman dan pengaktualisasikan teknik-teknik konseling yang ada ke dalam konseling kelompok secara tepat dan sesuai dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh konseli.
Teknik-teknik konseling yang dapat diterapkan dalam konseling kelompok cukup banyak, teknik-teknik tersebut ada yang berdasarkan pendekatan individual, teknik komunikasi, serta teknik-teknik terapan lainnya sehingga dalam melakukan kegiatan konseling kelompok, konselor hendaknya selalu mengaktualisasikan teknik dan kemampuannya. Jadi pemahaman teknik-teknik konseling yang baik sangat mendukung pelaksanaan konseling kelompok yang efektif dan efisien.

      B.     Ruang Lingkup Pembahasan
Berdasarkan latar belakang pembahasan yang sudah dijelaskan di atas, jadi kegiatan konseling kelompok itu dapat berjalan dengan baik apabila pemahaman tentang teknik-tekniknya diketahui dengan baik dan benar oleh penggunanya.
Mengingat teknik-teknik konseling konseling kelompok ada cukup banyak, jadi dalam makalah ini akan menjelaskan salah satu teknik konseling kelompok yaitu Teknik Konseling Behavioral, yang mana cakupan pembahasannya adalah:
1.      Sejarah dari konseling behavioral.
2.      Konsep dasar konseling behavioral.
3.      Peranan konselor dengan konseli dalam konseling kelompok.
4.      Serta prosedur dan proses melakukan konseling kelompok ini.

      C.    Tujuan dan Manfaat
Adapun tujuan dari pembahasan tentang teknik konseling behavioral ini adalah :
1.     Untuk mengetahui sejarah, konsep, dan teknik pelaksanaan konseling behavioral dengan baik dan benar.
2.      Memahami metode dan ciri khas yang terdapat dalam pelaksanaan konsep teori behavioral dalam format konseling kelompok.
3.  Menjelaskan kajian-kajian dan peranan konselor dan konseli dalam proses konseling kelompok behavioral.
Adapun manfaat dari pembahasan tentang teknik konseling behavioral ini adalah :
1.   Memberikan pengetahuan dan pemahaman berdasarkan kajian teoritik juga berdasarkan kajian historik.
2.  Memberikan gambaran dan perbandingan dari teknik-teknik konseling yang ada dan penerapannya dalam kegiatan konseling yang sebenarnya.
3.   Mengembangkan wawasan para pelaku dan pelaksanaan konseling dalam memahami kegiatan konseling kelompok behavioral.



BAB II
PEMBAHASAN

      A.    Sejarah Konseling Behavioral
Konseling Behavioral pada mulanya disebut dengan Terapi Perilaku yang berasal dari dua arah konsep yakni Pavlovian dari Ivan Pavlov dan Skinnerian dari B.F. Skinner. Mula-mula terapi ini dikembangkan oleh Wolpe (1958) untuk menanggulangi (treatment) neurosis. Tujuan terapi adalah untuk memodifikasi koneksi-koneksi dan metode-metode Stimulus-Respon (S-R) sedapat mungkin.
Dasar teori terapi behavioral adalah bahwa perilaku dapat dipahami sebagai hasil kombinasi : (1) belajar di waktu yang lalu dalam hubungannya dengan keadaan yang sekarang, (2) keadaan motivasional sekarang dan efeknya terhadap kepekaan terhadap lingkungan, (3) perbedaan-perbedaan biologik baik genetik atau karena gangguan fisiologik.
Dalam hal ini Skinner walaupun dipengaruhi teori S-R, tetapi dia punya pandangan tersendiri mengenai perilaku, yaitu :
1.   Respon tidak perlu selalu ditimbulkan oleh stimulus, akan tetapi lebih kuat oleh pengaruh reinforcement (penguatan).
2.  Lebih menekankan pada studi subjek individual ketimbang generalisasi kencenderungan kelompok.
3.  Menekankan pada penciptaan situasi tertentu terhadap terbentuknya perilaku ketimbang motivasi di dalam diri.
Perkembangan pendekatan behavioral diawali pada tahun 1950-an dan awal 1960-an sebagai awal radikal menentang perspektif psikoanalisis yang dominan. Pendekatan ini dihasilkan berdasarkan hasil eksperimen tokoh behavioral yang memberikan sumbangan pada prinsip-prinsip belajar dalam tingkah laku manusia. Secara garis besar sejarah perkembangan pendekatan behavioral terdiri dari sebagai berikut :
1.      Classical Conditioning
Ivan Pavlov adalah seorang psikolog dari Rusia lahir di Rjsan 14 September 1849 dan meninggal di Leningrad 27 Februari 1936. Hasil penelitiannya bersama Watson yang terkenal adalah classical conditioning. Penelitiannya yang paling terkenal adalah menggunakan anjing yang dalam keadaan lapar ditempatkan diruang kedap suara. Dalam penelitiannya tersebut, Pavlov menyimpulkan bahwa Respon (tindakan) dapat terjadi apabila ada Stimulus (rangasangan).
2.      Operant Conditioning
Tokoh yang mengembangkan operant conditioning adalah BF. Skinner Pengkondisian operan, salah satu aliran utama lainnya dari pendekatan terapi yang berlandaskan teori belajar, melibatkan pemberian ganjaran kepada individu atas pemunculan tingkah lakunya (yang diharapkan) pada saat tingkah laku itu muncul.
Pengkondisian operan ini dikenal dengan istilah pengkondisian instrumental (instrumental conditioning) karena memperlihatkan bahwa tingkah laku instrumental bisa dimunculkan oleh organisme yang aktif sebelum penguatan diberikan untuk tingkah laku tersebut.
Skinner, yang dianggap sebagai pencetus gagasan pengkondisian operan, telah mengembangkan prinsip-prinsip penguatan yang digunakan pada upaya memperoleh pola-pola tingkah laku tertentu yang dipelajari. Dalam pengkondisian operan, pemberian penguatan positif bisa memperkuat tingkah laku, sedangkan pemberian penguatan negatif bisa memperlemah tingkah laku. Tingkah laku berkondisi muncul di lingkungan dan instrumental bagi perolehan ganjar.
Sering kali orang mengalami kesulitan karena tingkah lakunya berlebihan atau ia kekurangan tingkah laku yang pantas. Konselor yang mengambil pendekatan behavioral membantu konseli untuk belajar cara bertindak yang baru dan pantas, atau membantu mereka untuk memodifikasi atau mengeliminasi tingkah laku yang berlebihan. Dengan kata lain, membantu konseli agar tingkah lakunya menjadi lebih adaptif dan menghilangkan yang maladaptif (Gladding, 2004).
Pendekatan behavioral merupakan pilihan untuk membantu konseli yang mempunyai masalah spesifik seperti gangguan makan, penyalahgunaan zat, dan disfungsi psikoseksual. Juga bermanfaat untuk membantu mengurangi gangguan yang diasosiasikan dengan anxietas, stres, asertivitas, dan interaksi sosial (Gladding, 2004).
Pandangan teori behavioral secara umum terhadap perilaku manusia menyatakan bahwa, antara lain :
·       Respon tidak selalu ditimbulkan oleh stimulus, akan tetapi lebih kuat oleh pengaruh penguatan (reinforcement).
·    Lebih menekankan pada studi subjek individual dibandingkan generalisasi kecenderungan kelompok.
·      Menekankan pada penciptaan situasi tertentu terhadap terbentuknya perilaku dibandingkan motivasi di dalam diri.
·     Para konselor behavioral memandang kelainan perilaku sebagai kebiasaan yang dipelajari. Karena itu dapat diubah dengan mengganti situasi positif yang direkayasa sehingga kelainan perilaku berubah menjadi positif.

      B.     Konsep Dasar Konseling Behavioral
Menurut Skinner, perilaku manusia atas konsekuensi yang diterima. Apabila perilaku mendapat ganjaran positif, maka individu akan meneruskan atau mengulangi tingkah lakunya, sebaliknya apabila perilaku mendapat ganjaran negatif (hukuman), maka individu akan menghindari atau menghentikan tingkah lakunya. Pendekatan behavioral lebih berorientasi pada masa depan dalam menyelesaikan masalah. Inti dari behavioral adalah proses belajar dan lingkungan individu. Konseling behavioral dikenal sebagai ancangan yang pragmatis.
Perilaku dipandang sebagai respon terhadap stimulasi atau perangsangan eksternal dan internal. Karena itu tujuan terapi adalah untuk memodifikasi koneksi-koneksi dan metode-metode Stimulus-Respon (S-R) sedapat mungkin. Kontribusi terbesar konseling behavioral adalah bagaimana memodifikasi perilaku melalui rekayasa lingkungan sehingga terjadi proses belajar untuk perubahan perilaku.
Corey (2001) mengatakan bahwa konseling behavioral yang modern tidak mempunyai asumsi deterministik tentang manusia yang menganggap manusia hanya sebagai produk dari kondisioning sosiokultur. Individu adalah hasil produksi dan juga yang memproduksi lingkungannya. Corey melihat Skinner sebagai penganut teori tingkah laki yang radikal yang tidak mengakui kemungkinan diri sebagai penentu dan kebebasan diri. Kecenderungan sekarang adalah untuk mengajarkan pengendalian kepada konseli, dengan demikian meningkatkan kebebasan mereka. Modifikasi tingkah laku bertujuan meningkatkan keterampilan individu sehingga mereka mempunyai lebih banyak pilihan dalam memilih suatu tingkah laku.
Adapun ciri-ciri dari karakteristik konseling behavioral antara lain adalah, yaitu :
·         Kebanyakan perilaku manusia dapat dipelajari dan karena itu dapat dirubah.
·      Perubahan-perubahan khusus terhadap lingkungan individual dapat membantu dalam merubah perilaku-perilaku yang relevan;  prosedur-prosedur konseling berusaha membawa perubahan-perubahan yang relevan dalam perilaku konseli dengan merubah lingkungan.
·     Prinsip-prinsip belajar sosial, seperti misalnya “reinforcement” dan “sosial modeling”, dapat digunakan untuk mengembangkan prosedur-prosedur konseling.
·      Keefektifan konseling dan hasil konseling dinilai dari perubahan-perubahan dalam perilaku-perilaku khusus konseli diluar dari layanan  konseling yang diberikan.
·      Prosedur-prosedur konseling tidak statik, tetap, atau ditentukan sebelumnya, tetapi dapat secara khusus di desain untuk membantu konseli dalam memecahkan masalah khusus.

      C.    Peran Konselor dan Konseli Dalam Konseling Behavioral
1.      Peran Konselor
Pada umumnya konselor yang mempunyai orientasi behavioral bersikap aktif dalam proses konseling. Konseli belajar menghilangkan atau belajar kembali bertingkah laku tertentu. Dalam proses ini, konselor berfungsi sebagai konsultan, guru, pemberi dukungan dan fasilitator. Ia bisa juga memberi instruksi atau mensupervisi orang-orang pendukung yang ada di lingkungan konseli yang membantu dalam proses perubahan tersebut. Konselor behavioral yang efektif beroperasi dengan perspektif yang luas dan terlibat dengan konseli dalam setiap fase konseling (Gladding, 2004).
Fungsi dan tuga konselor juga dijelaskan untuk mengaplikasikan  prinsip  dari  mempelajari manusia untuk memberi fasilitas pada penggantian perilaku maladaptif  dengan perilaku yang lebih adaptif. Kemudian menyediakan sarana untuk mencapai sasaran konseli, dengan membebaskan  seseorang dari  perilaku yang  mengganggu  kehidupan  yang efektif sesuai dengan nilai demokrasi tentang hak individu untuk bebas mengejar sasaran yang dikehendaki  sepanjang sasaran itu  sesuai  dengan  kebaikan masyarakat secara umum.
Lebih rincinya peranan seorang konselor dalam proses konseling kelompok ini, antara lain adalah :
1)      Konselor berperan sebagai guru, pengarah, dan ahli dalam mendiagnosis tingkah laku yang ditunjukan oleh konseli.
2)      Konselor harus menerima dan memahami konseli tanpa mengadili atau mengkritik.
3)      Konselor juga harus dapat membuat suasana yang hangat, empatik dan memberikan kebebasan bagi konseli untuk mengekspresikan diri.
4)      Memberikan informasi dan menjelaskan proses yang dibutuhkan anggota untuk melakukan perubahan.
5)      Konselor harus memberikan reinforcement.
6)     Mendorong konseli untuk mentransfer tingkah lakunya dalam kehidupan nyata.
2.      Peran Konseli
Keberadaan konseli dalam konseling kelompok khususnya behavioral tidak harus berasal dari konseli yang mempunyai permasalahan yang sama. Setiap anggota kelompok diberikan kesempatan untuk menanggapi persoalan yang sedang dihadapi oleh salah seorang anggota kelompok. Di sini, ada semacam sharing pendapat di antara teman sebaya dalam memecahkan sebuah persoalan.
Adapun peranan atau hak seorang konseli dalam proses konseling kelompok behavioral, antara lain adalah :
1)      Setiap anggota mengemukakan masalahnya secara khusus, meneliti variabel eksternal dan internal yang mungkin menstimulasi dan menguatkan perilakunya dan lebih lanjut membuat pernyataan perilaku baru yang diharapkan.
2)      Konseli dituntut memiliki kesadaran dan berpartisipasi dalam terapeutik.
3)      Konseli berani menanggung resiko atas perubahan yang ingin dicapai.
Dalam kegiatan konseling, konselor memegang peranan aktif dan langsung. Hal ini bertujuan agar konselor dapat menggunakan pengetahuan ilmiah untuk menemukan masalah-masalah konseli sehingga diharapkan kepada perubahan perilaku yang baru. Sistem dan prosedur konseling behavioral sangat terdefinisikan, juga demikian pula peranan yang jelas dari konselor dan konseli.
Konseli harus mampu berpartisipasi dalam kegiatan konseling, ia harus memiliki motivasi untuk berubah, harus bersedia bekerjasama dalam melakukan aktivitas konseling, baik ketika berlangsung konseling maupun diluar konseling.
Dalam hubungan konselor dengan konseli ada beberapa hal yang harus dilakukan, yaitu :
·         Konselor memahami dan menerima konseli.
·         Antara konselor dan konseli saling bekerjasama dalam satu kelompok.
·         Konselor memberikan bantuan dalam arah yang diinginkan konseli.

      D.    Proses Konseling Kelompok Behavioral
Untuk memberikan gambaran singkat tentang proses konseling kelompok secara umum, berikut urutan proses pelaksanaannya :
1.      Konselor memperkenalkan diri, kemudian mempersilahkan masing-masing anggota kelompok untuk memperkenalkan diri mereka.
2.      Konselor menjelaskan aturan main dalam konseling kelompok.
3.      Konselor menyuruh setiap anggota kelompok mengemukakan persoalan yang saat ini dihadapi.
4.      Setelah semua anggota sudah menyampaikan permasalahan, maka konselor bersepakat dengan semua anggota kelompok untuk membahas satu permasalahan yang dianggap paling mendesak untuk dipecahkan.
5.      Mempersilahkan setiap anggota kelompok untuk menanggapi persoalan yang dibahas.
6.      Setelah menemukan solusi terhadap persoalan, konselor menanyakan kesanggupan anggota kelompok untuk melaksanakan kesepakatan bersama.
7.      Menutup pertemuan dengan kalimat yang baik dan doa.
Guna mencapai perubahan yang menjadi tujuan penyelenggaraan konseling behavioral, maka tahap-tahap pelaksanaan konseling harus sistematis. Hal ini disebabkan konseling behavioral berbasis pada tingkah laku khusus yang akan dirubah. Berikut merupakan tahapannya :
1.      Memulai Kelompok (Beginning The Group)
Konselor mengadakan pertemuan dengan setiap individu untuk menentukan apakah individu-individu tersebut cocok untuk ditangani dalam kelompok dan memiliki kemauan untuk berpartisipasi dalam kelompok. Aktivitas dalam pertemuan kelompok yang pertama dipusatkan pada pengorganisasian kelompok, serta mengorientasikan konseli ke proses kelompok dan memulai membangun sebuah kebersamaan kelompok.
2.      Pembatasan atau Penentuan masalah (Definition of the Problem)
Masalah konseli yang diceritakan pada kelompok perlu dianalisis terlebih dahulu. Konselor mengidentifikasi anteseden dan konsekuensi tingkah laku dengan melakukan analisis yang sistematis tentang tingkah laku bermasalah tersebut, sehingga konselor dapat memberikan stimuli dan mengeksplorasi lebih lanjut unsur-unsur penguat yang mungkin ada pada masalah itu.
3.      Perkembangan dan Sejarah Sosial (The Development and Social History)
Pada tahap ini, konselor dapat meminta konseli untuk mengungkapkan keberhasilan dan kegagalan dalam hidupnya, kelebihan dan kekurangan dirinya, hubungan sosial, penghambat tingkah laku, dan konflik-konflik yang dialami.
4.      Pernyataan Tujuan Behavioral (Stating Behavioral Goal)
Konseli harus menyatakan masalah dan tujuan yang diharapkan dalam bentuk behavioral. Tujuan yang spefisik ini merupakan tujuan bagi perilaku khusus yang akan diubah.
5.      Strategi Pengubahan Tingkah Laku (Strategies for Behavioral Change)
Pada tahap ini akan sangat membantu jika konselor mengembangkan kontrak behavioral yang spefisik, yaitu kontrak mingguan dengan setiap anggota.
6.      Pengalihan dan Pemeliharaan Tingkah Laku yang Dikehendaki (Transfer and Maintenance of Desired Behavior)
Pengalihan pengubahan tingkah laku ini dapat difasilitasi pemanfaatan kelompok sebagai dunia kecil dari kehidupan yang sebenarnya. Konselor perlu membangun situasi di mana anggota kelompok dapat mencoba tingkah laku yang dikehendaki dalam situasi kelompok sehingga mereka dapat memperoleh balikan (feedback) atas usaha mereka.




BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
Tingkah laku adalah hasil belajar, manusia merupakan hasil dari lingkungan tetapi juga pencipta lingkungan. Tidak ada asumsi dasar yang dapat merangkum seluruh prosedur dalam pendekatan tingkah laku.
Teknik konseling kelompok behavioral sangat menitikberatkan kepada pengubahan tingkah laku dan tindakan, tidak terkecuali dalam sebuah kelompok. Konselor dapat menjadi pembimbing tiba-tiba kemudian bisa pula menjadi fasilitator atau juga supervisor dalam sesi-sesi konseling yang dilakukan.
Teknik-teknik pengubahan tingkah laku yang khusus dalam behavioral adalah ; Pelatihan Asertivitas, Latihan Respon, Relaksasi, Desensitisasi Sistematis, Implosion dan Flooding, yang mana teknik-teknik ini dapat digunakan sesuai kondisi dan tingkat keperluannya dalam proses konseling kelompok.
Proses konseling kelompok behavioral ini jarang sekali dapat dilakukan hanya sekali, perlu beberapa sesi untuk setiap konseli agar benar-benar puas dan mengubah tingkah lakunya sesuai dengan harapannya. Namun konseling behavioral sangat efektif untuk mengurangi tingkat dan kecenderungan seperti kecemasan, kegalauan, kekhawatiran, kebingungan dan lain sebagainya dalam lingkup singkat.


SUMBER RUJUKAN

-          Corey, Gerald. (2007). Teori dan Praktek Konseling dan Psikoterapi. Refika Aditama. Bandung.
-          Jones, Richard Nelson. (2011). Teori dan Praktik Konseling dan Terapi. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.
-          Komalasari, Gantina., dkk. (2011) Teori dan Teknik Konseling. PT Indeks, Jakarta.
-          Prayitno. (1998).  Konseling Panca Waskita, PSBK. FIP IKIP Padang.
-          Taufik. 2002. Model-model Konseling. Padang: BK FIP UNP.
-          WS. Winkel & M.M Sri Hastuti (2005), Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, Media Abdi; Yogyakarta.
-          Lesmana, Jeanette Murad (2005). Dasar-Dasar Konseling. Universitas Indonesia. Jakarta.
Baca Selengkapnya → Makalah Konseling Kelompok Behavioral

Selasa, 26 Februari 2013

Pendidikan Jasmani : Manfaat Permainan Bagi Peserta Didik


Permainan pada dasarnya memiliki umur yang sama dengan manusia karena mana kala ada manusia maka di situ terdapat kegiatan bermain. Untuk memahami hakikat permainan, sebelumnya cobalah anda ingat-ingat dan bayangkan bagaimana anda bermain pada waktu kecil, pasti menyenangkan mengingat-ingat masa-masa tersebut.
Banyak bentuk yang bisa dikatakan bermain dan hal-hal yang dapat menjadi sebuah permainan. Pendek kata bermain merupakan kegiatan manusia yang dilakukan oleh semua umur, bermain merupakan sebuah konsep sehingga manusia disebut sebagai makhluk bermain (homo ludens). Pernyataan ini dikarenakan kecenderungan pola perilaku manusia pada umumnya, ternyata bermain merupakan kegiatan hakiki atau kebutuhan dasar pada manusia.


 Pengertian dan Tujuan Permainan
Permainan kecil bagi anak tampaknya sering kita lihat sehari-hari, bahkan pada waktu kecil kita pernah merasakan bagaimana suatu permainan dilakukan. Apabila kita amati, misalnya seorang anak mengajak temannya bermain “mari kita bermain perang-perangan” dari pernyataan tersebut kita akan mengerti bahwa anak tersebut mengajak untuk bermain suatu permainan yang memiliki batasan dan tempat tertentu.
Permainan merupakan alat untuk mempelajari fungsi hidup sebagai persiapan untuk menghadapi kehidupan yang sebenarnya. Carl Bucher mengemukakan bahwa “permainan telah lama dikenal oleh anak-anak dan orang tua karena mampu menggerakkan mereka untuk berlatih, bergembira dan rileksasi”. Permainan merupakan salah satu komponen utama dalam setiap program pendidikan jasmani, oleh karena itu setiap guru pendidikan jasmani harus mengenal secara mendalam tentang seluk beluk permainan.
Salah satu pakar pendidikan yaitu Johan Huizinga, mengemukakan bahwa pada hakikatnya bermain memiliki ciri-ciri utama sebagai berikut :
1.     Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara  bebas dan sukarela, namun kebebasan ini tak berlaku bagi anak-anak dan hewan karena mereka bermain dan harus bermain karena dorongan naluri. Untuk anak-anak, bermain sangat berguna untuk merangsang perkembangan pisik dan mentalnya, lain dengan orang dewasa, bermain merupakan kebutuhan sepanjang kesukaan untuk melakukannya merupakan kebutuhan.
2.    Bermain bukanlah kehidupan biasa atau yang nyata, karena jika diamati secara seksama perilaku anak-anak selama bermain, mereka berbuat berpura-pura atau tidak sungguhan. Namun, sebaliknya dengan gejala yang tidak sungguhan tersebut, bermain menjadi kegiatan yang sungguh-sungguh dan dapat menyerap tenaga dan konsentrasi. Misalnya pada anak-anak, mereka main dokter-dokteran; menganggap boneka sebagai makhluk hidup dengan diajak bicara seolah-olah hidup, mobil-mobilan; menganggap kursi seperti mobil sungguhan seolah-olah itu mobil yang sesungguhnya. Di sinilah keunikan dari bermain, yaitu ada dua hal yang saling bertentangan, “Bermain sungguh-sungguh dalam ketidaksungguhan”.
3.    Bermain berbeda dengan kehidupan sehari-hari, terutama dalam tempat dan waktu bermain selalu bermula dan berakhir serta dilakukan di tempat tertentu. Bermain memerlukan keteraturan, tanpa peraturan dunia permainan akan lumpuh. Unsur ketegangan merupakan bagian yang penting dari permainan. Meskipun bermain di luar dari penilaian baik dan buruk, namun unsur ketegangan itu sekaligus menguji ketangguhan pemain, keberanian, keuletan, kejujuran, walaupun semua pemain menginginkan kemenangan, akan tetapi dia harus berjuang dengan sepenuh hati dan harus terikat dengan peraturan permainan.
4.   Bermain merupakan kegiatan yang memiliki tujuan, tujuan tersebut terdapat pada permainan itu sendiri. Tujuan dari kegiatan itu tidak berkaitan dengan perolehan atau keuntungan material, ciri ini lah yang membedakan antara bermain dan bekerja. Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar, sukarela tanpa paksaan, dan tak sungguhan dalam batas waktu, tanpa ikatan peraturan. Menyertai semua ciri tersebut, bermain mendorong pertumbuhan dan perkembangan kelompok sosial karena dilakukan bukan hanya sendirian, tetapi juga dilakukan dalam suasana kelompok.

Roger Collois (1955) mengulas pandangan Huizinga tentang bermain. Berdasarkan hasil analisisnya Collois membagi permainan menjadi empat kategori utama, yaitu agon, alea, mimikri, dan ilinx.
1.   Agon, jenis permainan ini mencakup semua bentuk permainan yang bersifat pertandingan atau perlombaan. Tujuan akhir dari permainan yang bersifat agon adalah mencapai kemenangan. Oleh karena itu, perjuangan pisik, teknik, dan taktik begitu menonjol, misalnya kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelincahan, dan lain-lain. Tampak sekali komponen-komponen tersebut dalam permainan sepak bola, bola basket, bulutangkis, dan sebagainya dan sejenisnya.
2.   Alea, jenis permainan ini bersifat untung-untungan dan spekulatif. Jenis permainan ini seperti permainan dadu, kartu, rolet, dan lain-lain. Beberapa jenis permainan yang menggunakan kartu merupakan kombinasi antara jenis permainan agon dan alea, karena pelaku permainan selain masih menggunakan faktor keberuntungan, para pemain berusaha memasang dan menggunakan faktor keberuntungan. Seperti halnya dalam permainan catur, bridge, si pelaku permainan menggunakan alasan-alasan logis dan teori untuk memainkan permainan tersebut dalam rangka mencapai kemenangan.
3.   Mimikri, jenis permainan yang mencakup ke dalam kelompok mimikri mencakup semua bentuk permainan yang mengandung ciri pokok, seperti yang dikemukakan Huizinga, yaitu kebebasan, batasan waktu, dan ruang. Tersirat di dalamnya merupakan ilusi, fantasi, imajinasi, dan interpretasi. Semua jenis permainan anak-anak cenderung merupakan permainan dengan kepura-puraan, seperti main perang-perangan, masak-masakan, dan memperlakukan suatu objek dengan fungsi yang lain, misalnya boneka dianggap seperti bayi, kursi meja dianggap mobil atau sebagainya.
4.  Ilinx, jenis permainan ini mencakup semua bentuk permainan yang mencerminkan pelampiasan keinginan untuk bergerak, berpetualang, dan dilakukan dalam wujud kegiatan yang dinamis, misalnya jenis permainan ini adalah ; mendaki gunung, menyusuri sungai, dan bentuk olahraga lain di alam terbuka. Jenis permainan anak-anak seperti ; bermainan ayunan anak-anak, memanjat pohon dan sebagainya.

Permainan dikatakan sebagai kegiatan bermain yang memiliki tujuan, tujuannya terdapat pada permainan itu sendiri. Sebagai contoh apabila siswa di sekolah melakukan permainan dengan dibimbing oleh guru maka tujuan dari permainan tersebut tentu saja sudah dirancang dan direncanakan oleh guru sebelum pembelajaran dilaksanakan. Tujuan permainan yang direncanakan oleh guru di sekolah tersebut akan sangat berbeda bila dibandingkan dengan permainan anak yang dilakukan di sekitar rumah bersama teman-temannya, walaupun jenis permainan dan bentuk permainannya serupa.
Beberapa tujuan yang hendak diperoleh dari kegiatan bermain dalam suatu permainan, baik yang dilakukan di lingkungan masyarakat, sekolah, anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua, secara perseorangan maupun kelompok sesuai dengan jenis permainan tersebut, yaitu sebagai berikut :
      1.   Memberikan pengalaman gerak pada anak sehingga semakin banyak jenis dan bentuk permainan yang  dilakukan anak maka anak akan semakin kaya pengalaman geraknya.
       2.      Merangsang dan meningkatkan pertumbuhan serta perkembangan anak.
       3.      Menyalurkan kelebihan tenaga pada anak.
       4.      Memanfaatkan waktu senggang.
       5.      Memelihara dan meningkatkan kebugaran jasmani.
       6.      Meningkatkan pengetahuan dan wawasan pada anak, terutama untuk memenuhi rasa ingin tahu anak.
       7.      Mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor.
       8.      Menanamkan kerja sama, rasa sosial, dan saling tolong-menolong.
       9.      Mencapai prestasi dalam suatu pertandingan.

Perlunya Permainan Kecil bagi Anak
Permainan kecil merupakan suatu bentuk kegiatan bermain yang sangat diperlukan oleh anak-anak. Permainan kecil adalah suatu bentuk permainan yang tidak memiliki ketentuan yang baku, baik mengenai peraturan permainannya, peralatan yang dipergunakan, ukuran lapangan, maupun waktu untuk melakukannya.
Beberapa bentuk permainan yang banyak dilakukan anak-anak, dengan mengunakan beberapa peraturan yang sederhana, mudah dimengerti, mudah dilaksanakan, dan memiliki manfaat dalam mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan anak. Dalam konteks waktu senggang, permainan juga dapat dipandang sebagai kegiatan rekreasi, yaitu suatu kegiatan dalam upaya memanfaatkan waktu senggang yang dimiliki seseorang sebagai perimbangan dari kesibukannya melakukan aktivitas sehari-hari. Permainan dianggap sebagai upaya untuk memperoleh kesibukan serta membangkitkan fantasi anak-anak, di samping untuk memperoleh kegembiraan dan kepuasan bagi orang yang melakukannya. Beberapa alasan dan argumen mengenai perlunya permainan bagi anak dikemukakan para ahli, intinya adalah bahwa bermain merupakan kebutuhan anak sehari-hari, seperti halnya kebutuhan makan, tidur, dan bergerak untuk memenuhi kehidupannya.

Berikut ini dipaparkan dua alasan perlunya permainan bagi anak :

A.    Kebutuhan Bergerak Anak
Herbert Spencer yang terkenal dengan teori surplus energinya mengemukakan bahwa “permainan merupakan upaya penyaluran kelebihan tenaga pada anak-anak maupun orang dewasa termasuk binatang”. Dengan adanya waktu senggang yang sangat banyak di kalangan anak-anak maka mereka membutuhkan penyaluran tenaga yang relatif berlebihan. Anak-anak belum memiliki tugas dan kewajiban sebagaimana orang dewasa, mereka memiliki tugas untuk belajar dan mengenal lingkungannya. Sedangkan mereka masih memiliki banyak tenaga yang belum tersalurkan. Oleh karena itu, maka pada saat ini anak-anak perlu mendapat perhatian untuk memenuhi kebutuhan bergerak anak.
Berbagai aktivitas pisik dilakukan anak dalam suasana bermain. Biasanya anak yang sehat tidak mau hanya berdiam diri saja, setiap ada kesempatan untuk bergerak maka anak akan selalu melakukan aktivitas pisik. Baik dilakukan hanya seorang diri, apalagi ada temannya. Maka, anak tidak akan mau diam mereka selalu ingin bergerak dan berperilaku aktif.
B.     Pemenuhan Keinginan Anak
Bigot mengemukakan bahwa “permainan memberikan kepuasan, kegembiraan dan kebahagiaan dalam kehidupan anak”. Permainan dipandang sebagai alat pendidikan yang sangat bernilai. Pada saat bermain, anak melakukan aktivitasnya dengan sungguh-sungguh, daya imajinasi dan fantasinya berkembang, padahal mereka sebenatnya melakukan aktivitas yang bukan sesungguhnya. Melalui kegiatan bermain dalam suatu permainan maka keinginan anak untuk memperoleh manfaat dengan; bergerak, berfantasi, berimajinasi, bergembira, dan berkreasi sesuai dengan minatnya dapat terpenuhi.
Sebagai upaya untuk memberikan kesempatan pada anak untuk memenuhi kebutuhan bergeraknya maka selayaknya pada setiap lingkungan masyarakat harus tersedia sarana yang memadai untuk memenuhi kebutuhan bergerak ini. Konsekuensi dari kebutuhan bergerak anak ini maka diharapkan setiap sekolah dan lingkungan perumahan perlu disediakan tuang publik dan taman bermain untuk memenuhi kebutuhan anak, dan masyarakat pada umumnya.

Pengaruh Permainan Anak Kecil bagi Anak Didik
Beberapa bentuk dan jenis permainan kecil banyak kita jumpai terutama di kalangan anak-anak. Manfaat dari permainan kecil ini dapat memberikan pengaruh yang positif, terutama terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak. Apabila permainan kecil dilakukan dengan baik dan sesuai dengan kriteria tertentu, misalnya intensitas dan frekuensi bermain memadai maka akan banyak manfaat yang dapat diperoleh dari kegiatan tersebut, terutama dapat mempengaruhi pada pertumbuhan pisik dan perkembangan mental psikologis anak didik.

A.    Pertumbuhan Pisik
Pertumbuhan pisik pada masa anak-anak mengalami pertumbuhan dan perkembangan yang sangat pesat. Puncak pertumbuhan pisik pada anak secara umum terjadi pada masa balita dan usia 10-14 tahun. Pada usia-usia tersebut tampak adanya perubahan pada panjang tulang dan membesar, penampilan pisik semakin sempurna dan proporsional.
Melalui berbagai macam bentuk dan jenis permainan yang mengutamakan aktivitas pisik, akan merangsang pertumbuhan dan perkembangan pisik termasuk fungsi persendian akan semakin baik, yang pada akhirnya akan merangsang juga pertumbuhan pisik yang lebih cepat. Hal ini dapat kita amati bagaimana anak yang aktif mengalami pertumbuhan pisik yang pesat bila dibandingkan dengan anak yang mengalami kekurangan gerak.
B.     Perkembangan Motorik
Perkembanagn motorik pada masa anak-anak sangat pesat, oleh karena itu pada masa anak-anak harus dikembangkan berbagai bentuk permainan yang mengutamakan kegiatan motorik sehingga kemampuan motoriknya dapat berkembang dengan baik. Bentuk-bentuk permainan yang mengutamakan kegiatan motorik di antaranya adalah; bermain kecepatan, kelincahan, kelenturan, keseimbangan, dan sebagainya.
Kemampuan motorik merupakan gambaran dari salah satu kecakapan dalam melakukan bermacam-macam keterampilan dasar dan aktivitas pisik secar keseluruhan. Pada usia dini perlu diperkenalkan berbagai macam bentuk gerak dasar permainan yang sifatnya reflektif melalui kegiatan multilateral. Kegiatan bermain yang mengutamakan aktivitas pisik, sesuai dengan kebutuhan bergerak anak. Hal ini akan memperkaya pengalaman gerak yang pada akhirnya juga akan mempengaruhi kemampuan dan perkembangan motorik anak.
C.     Perkembangan Fungsional Tubuh
Secara fungsional, keadaan pisik anak mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Demikian pula fungsi organ-organ tubuh mengalami penyempurnaan yang cepat. Apabila kegiatan bermain lebih banyak dilakukan melalui aktivitas pisik diharapkan anak akan memiliki perkembangan fungsi organ-organ tubuh yang lebih baik sehingga perkembangan pisik semakin baik.
1.      Kesegaran Jasmani
Kesegaran jasmani adalah kemampuan fungsional organ-organ tubuh untuk bekerja dengan baik tanpa mengalami kelelahan yang berarti. Apabila pisik anak bugar atau sehat dinamis, anak akan mampu melakukan segala aktivitas sehari-hari tanpa mengalami kelelahan yang berlebihan, dan kelelahan itu cepat pulih kembali. Anak yang memiliki sehat dinamis akan memiliki daya tahan terhadap penyakit sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik sesuai dengan tugas perkembangannya.
2.      Fungsi Kognitif
Proses dan fungsi kognitif dalam diri anak menunjukkan bagaimana otak berfungsi, menangkap informasi, dan bagaimana menyadari, menyimpan, dan memakainya untuk membangkitkan pola-pola tingkah laku. Proses dan fungsi kognitif sangat berperan dalam proses pembelajaran, termasuk pembelajaran gerak dan belajar melalui gerak dalam olahraga permainan.
Melalui olahraga permainan, dapat dikembangkan beberapa fungsi kognitif yang dibutuhkan dalam kehidupan. Beberapa bentuk fungsi kognitif di antaranya adalah; ingatn atau memori, perhatian, persepsi, konsentrasi, respons, proses pengambilan keputusan dan pemecahan masalah, waktu reaksi dan sebagainya.
D.    Perkembangan Mental
Melalui permainan dapat dikembangkan beberapa sifat positif yang akan membangkitkan keinginan anak untuk tumbuh dan berkembang sesuai dengan tugas perkembangannya. Anak yang memiliki pengalaman bermain melalui permainan dengan aturan yang ada maka anak akan memiliki perkembangan mental yang baik, menaati peraturan, jujur, sportif, memiliki keberanian, sikap positif terhadap yang ada di sekitarnya, pandai bergaul dan memiliki kepercayaan diri yang kuat. Sehingga kelak dewasa diharapkan mampu dan berhasil mengarungi kehidupan yang sebenarnya dalam masyarakat.
Pengaruh permainan kecil dalam pembentukan sosial psikologis di antaranya, sebagai berikut :
1.      Mengakui dan menerima peraturan dan norma bersama.
2.      Belajar bekerja sama, menerima pimpinan dan dipimpin.
3.      Belajar bertanggung jawab, berkorban, dan memberikan pertolongan.
4. Mengembangkan pengakuan terhadap orang lain sebagai diri pribadi dan rasa hidup bermasyarakat.

Pada dasarnya, bermain adalah salah satu metode otodidak yang dimiliki oleh anak-anak untuk mereka belajar dan menciptakan pengalaman mereka sendiri. Semestinya metode ini dapat digunakan oleh guru maupun pendidik terutama dalam pendidikan jasmani untuk mengoptimalkan kemampuan individual peserta didik. Pendidikan jasmani sendiri bukan berarti isinya cuma asal bermain atau olahraga saja, namun lebih menekankan pada bagaimana dengan bermain ini peserta didik dapat pembelajaran yang berarti dan bermakna. Juga perlu digarisbawahi bahwa aktivitas jasmani dapat mempengaruhi keterampilan dan wawasan peserta didik dalam proses pendidikannya, sehingga sangat dianjurkan untuk menciptakan tujuan pembelajaran yang sejelas mungkin.

Billahi Fii Sabillil Haq, Fastabiqul Khairat, Wassalamualaikum Wr. Wb... !
Baca Selengkapnya → Pendidikan Jasmani : Manfaat Permainan Bagi Peserta Didik

Senin, 25 Februari 2013

Berhenti Merokok Dengan Merokok


Sekarang ini banyak orang mencari solusi untuk berhenti merokok, karena sudah terbukti, merokok sangat merugikan kesehatan. Tetapi bagi kaum perokok, niat baik untuk berhenti merokok itu, tidaklah gampang. Meski sudah dengan usaha keras untuk berhenti, ada saja godaannya. Entah ditawari teman, entah mulutnya rasa asam bila tidak merokok, atau ada yang kadang tidak dapat konsentrasi, bila tidak merokok. Nah, bagi yang sulit berhenti merokok, rokok herbal adalah jawabannya.

Lalu, apakah rokok herbal itu? Menurut beberapa literatur, rokok herbal tidak merusak kesehatan karena rokok herbal terbuat dari puluhan ramuan herbal yang diolah menjadi bahan-bahan campuran tembakau pilihan, sehingga mampu menetralkan kandungan tar & nikotin. Ramuan ini berfungsi sebagai terapi kesehatan warisan leluhur tanpa bahan kimia, yang berfungsi melancarkan peredaran darah dan membersihkan racun dalam tubuh terutama pada saluran pernafasan.

Istilah “Herbal” dalam dunia pengobatan memiliki makna yang luas, yaitu segala jenis tumbuhan dan seluruh bagian-bagiannya yang mengandung satu atau lebih bahan aktif yang dapat dipakai sebagai obat (therapeutic). Herbal di kenal juga sebagai tanaman obat yang salah satu, sebagian, atau seluruh bagiannya mengandung zat atau bahan yang berkhasiat baik bagi kesehatan tubuh. Bagian yang dimaksud bisa daun, batang, akar, umbi, buah atau bunga. Di dalam herbal atau tanaman obat itu terdapat kumpulan zat-zat yang memiliki beberapa efek farmakologi karena komposisi kandungan yang terdapat dalam tanaman obat itu bersifat konstruktif yaitu bersifat membangun organ, sel dan sistem tubuh.
Dalam Ensiklopedia, pengertian “Rokok” adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah. Menurut Framework Convention on Tobacco Control (FCTC)-WHO, produk tembakau adalah produk yang dibuat dengan menggunakan seluruh atau sebagian dari daun tembakau sebagai bahan dasar yang diproduksi untuk digunakan sebagai rokok yang dikonsumsi dengan cara dihisap, dikunyah, atau disedot. Produk tembakau khususnya rokok dapat berbentuk sigaret, kretek, cerutu, lintingan, menggunakan pipa, tembakau yang disedot, dan tembakau tanpa asap.

Jadi Pengertian “Rokok Herbal” adalah sebuah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm yang berisi ramuan tembakau dan beberapa bahan aktif yang memiliki zat dan efek farmakologi yang bermanfaat untuk tubuh. (rokokherbal.com)

KONSEP ROKOK HERBAL
Selama beberapa tahun terakhir, para ilmuwan telah membuktikan bahwa zat kimia yang dikandung asap rokok (rokok pada umumnya) menyimpan lebih dari 4000 elemen senyawa kimia. Dari elemen zat kimia tersebut sebagian besar merupakan zat yang berbahaya bagi kesehatan tubuh. Beberapa kandungan yang berbahaya bagi kesehatan tersebut adalah Tar dan Nikotin. “Rokok Herbal” terbuat dari beberapa ramuan yang diolah menjadi bahan campuran tembakau pilihan. Campuran inilah yang mampu menetralkan kandungan Tar dan Nikotin dalam produk Rokok Herbal. Bahan campuran ini juga berfungsi sebagai ramuan terapi kesehatan yang tidak bersifat kimiawi. Ramuan ini bermanfaat untuk melancarkan peredaran darah, membersihkan racun dalam tubuh terutama pada saluran pernafasan, tenggorokan dan paru-paru. 
Bahan campuran ini memiliki komposisi alami yang tidak menimbulkan efek ketergantungan seperti yang sering dijumpai di produk-produk lainnya. Rokok Herbal memiliki taste yang sangat sangat khas dan original. Cita rasa ini dihasilkan dari blending beberapa ramuan herbal yang dicampur dengan bahan tembakau pilihan. Sehingga dengan blending tersebut akan menghasilkan karakter dan taste Rokok yang khas dan unik, yang tentu saja disesuaikan dengan selera pasar. 
Begitupun dengan kandungan Tar dan Nikotin yang terdapat di dalam Rokok Herbal sangat rendah. Hasil uji Laboratorium resmi menunjukkan fakta presentase kandungan Nikotin dalam produk Rokok Herbal sangat rendah bahkan hampir mencapai 0% sedangkan hasil uji Laboratorium untuk nilai Tar dalam Rokok Herbal menunjukkan angka yang tinggi. Tingginya angka Tar dalam produk Rokok Herbal ini bukan diukur berdasarkan berat material asap rokok serta kandungan racun yang terdapat dalam Rokok Herbal, seperti standar pengukuran internasional, melainkan diukur dari kandungan herbal yang menjadi komposisi baku Rokok Herbal itu sendiri. Secara standar internasional, jika nilai Tar menunjukkan angka yang tinggi maka akan menimbulkan efek nafas yang terasa berat, sesak dan sakit di dada, sebaliknya dalam Rokok Herbal tingginya angka Tar justru memberikan efek terapi kesehatan, yaitu dengan membantu mengurangi racun yang terdapat di dalam paru-paru. Racun tersebut dikeluarkan dalam bentuk lendir sehingga membuat nafas menjadi lebih ringan.
Ramuan Rokok Herbal itu sendiri terdiri dari bahan-bahan yang mengandung asam dan basa, sehingga menghasilkan abu yang juga mengandung ramuan yang bermanfaat. Uniknya, jika dirasakan abu Rokok Herbal akan terasa gurih, karena adanya proses pengkristalan dari kandungan garam yang ikut membentuknya. Abu ini bisa dimanfaatkan sebagai obat luar yang membantu meringankan maupun menyembuhkan luka atau keluhan ringan, dengan cara menaburkan abu Rokok Herbal tersebut pada luka ringan, sariawan, panas dalam, gatal-gatal kulit seperti exsim serta membantu memulihkan luka yang disebabkan oleh penyakit diabetes. Ini merupakan terobosan yang sangat luar biasa dalam industri Rokok kita karena hal ini akan memberikan opsi yang lebih baik dan jauh lebih sehat dalam dilematisme gaya hidup masyarakat Indonesia yang sudah berjalan selama ini.
Daun Sirih
Bahasa latinnya Piper Betle Lynn (Charica Betle). Dikenal sebagai tanaman obat atau Fitofarmaka. Tanaman ini berasal dari India, Srilanka dan Malaysia. Dalam farmakologi Cina, sirih dikenal sebagai tanaman yang memiliki sifat hangat dan pedas, oleh karena itu kandungan daun sirih dalam ramuan ROKOKHERBAL digunakan sebagai pengganti menthol. Kandungan senyawa yang dimiliki Daun Sirih adalah minyak atsiri, cineole dan zat penyamak. Di dalam minyak atsiri terdapat minyak terbang (betIephenol), seskuiterpen, pati, diatase, gula dan chavicol yang memiliki daya mematikan kuman, antioksidasi dan fungisida atau daya anti jamur. Daun sirih memiliki sifat antibiotika. Di dalam daunnya terdapat kandungan eugenol yang bersifat analgesik atau pereda nyeri. Zat ini dibutuhkan untuk membuat ramuan tradisional yang bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit seperti Sakit mata, Eksim, Bau mulut, Kulit gatal, Menghilangkan jerawat, Pendarahan gusi, Pendarahan Hidung, Bronchitis, Batuk, Sariawan, Luka, Keputihan, Sakit jantung, Sifilis, Alergi, Diare, Sakit gigi, Sakit Jantung, mengurangi produksi ASI yang berlebihan serta kandungan fenol dalam sifat antiseptiknya lima kali lebih efektif dibandingkan dengan fenol biasa.

Kayu Siwak
Dikenal juga dengan istilah Miswak. Kayu Siwak ini tumbuh di sekitar Mekkah dan Timur Tengah. Siwak berbentuk batang, diambil dari akar dan ranting segar tanaman arak (Salvadora persica) yang berdiameter mulai dari 0,1 cm sampai 5 cm. Pohon Arak adalah pohon yang kecil, seperti belukar dengan batang yang bercabang-cabang, diameternya lebih dari 1 kaki, jika kulitnya dikelupas warnanya agak keputihan dan memiliki banyak juntaian serat. Akarnya berwarna coklat dan bagian dalamnya berwarna putih, aromanya seperti seledri dan rasanya agak sedikit pedas. Kayu siwak memiliki keunggulan karena terbukti mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi.
Siwak pun diketahui memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins, dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Siwak pun mengandung minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar. Zat inilah yang membuat siwak dapat menghilangkan bau pada mulut. Sebagai pasta gigi alami, siwak juga mampu mencegah pembentukan karang gigi. Zat anti pembusukan yang terkandung dalam siwak diyakini dapat menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan.Kelebihan lainnya dari siwak adalah kemampuannya untuk turut merangsang produksi saliva (air liur) lebih. Apalagi saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut. Atas dasar itulah perusahaan pasta gigi di dunia menyertakan bubuk siwak ke dalam produknya. Pada tahun 1986 dan 2000, organisasi kesehatan se-dunia merekomendasikan penggunaan siwak dalam sebuah konsensus internasional. Dr Otaybi dari Arab Saudi dalam penelitian yang dilakukannya membuktikan bahwa siwak memberi efek positif bagi sistem kekebalan tubuh. Penelitian terbaru terhadap kayu siwak menunjukkan bahwa siwak mengandung mineral-mineral alami yang dapat membunuh bakteri, menghilangkan plaque, mencegah gigi berlubang serta memelihara gusi.

Siwak memiliki kandungan kimiawi yang bermanfaat, seperti :
1. Antibacterial acids, seperti astringents, abrasive dan detergents yang berfungsi untuk membunuh bakteri, mencegah infeksi dan menghentikan pendarahan pada gusi. Pada penggunaan siwak pertama kali, mungkin terasa pedas dan sedikit membakar, karena terdapat kandungan serupa mustard di dalamnya yang merupakan substansi antibacterial acids tersebut.
2.  Kandungan kimia seperti Klorida, Pottasium, Sodium Bicarbonate, Fluoride, Silika, Sulfur, Vitamin C, Trimethyl amine, Salvadorine, Tannins dan beberapa mineral lainnya yang berfungsi untuk membersihkan gigi, memutihkan dan menyehatkan gigi dan gusi. Bahan-bahan ini sering diekstrak sebagai bahan penyusun pasta gigi.
3.  Minyak aroma alami yang memiliki rasa dan bau yang segar, menjadikan mulut menjadi harum dan menghilangkan bau tak sedap.
4.  Enzim yang mencegah pembentukan plaque yang menyebabkan radang gusi. Plaque juga merupakan penyebab utama tanggalnya gigi secara premature.
5.  Anti decay agent (Zat anti pembusukan), yang menurunkan jumlah bakteri di mulut dan mencegah proses pembusukan. Selain itu siwak juga turut merangsang produksi saliva (air liur) lebih, dimana saliva merupakan organik mulut yang melindungi dan membersihkan mulut.

Madu 
            Madu merupakan makanan kesehatan yang dipercaya dapat memberikan energi serta khasiat yang baik bagi tubuh. Setiap 1.000 gram madu bernilai 3.280 kalori. Nilai kalori 1 kg madu sama dengan 50 butir telur atau 5,575 l susu, atau 1,680 kg daging. Sebetulnya, khasiat madu amat berkaitan dengan kandungan gulanya yang tinggi. Yakni fruktosa 41%, glukosa 35%, dan sukrosa 1,9%. Kandungan yang terdapat di dalam madu adalah Air, Gula (Fruktosa, Glukosa, Maltosa, Sukrosa), Mineral (Ca, Na, P, Fe, Mg, Mn) Vitamin (B1, B2, B5, B6, C) dan Enzim Diatase. Komponen pembentuk madu terdiri atas Kadar Air max 22%, Gula Pereduksi min 60%, Sukrosa max. 10%, Keasaman max. 40 ml N. NaOH, HMF max. 40 mg/kg, Aktivitas Enzim Diatase min. 3 DN. Sementara basil-hasil penelitian farmakologi membuktikan bahwa madu ternyata mengandung enzim-enzim yang sangat berguna bagi kesehatan, seperti: diastase, invertase, sakarase, katalase, peroksidase, dan lipase. Madu juga mengandung banyak zat-zat mineral seperti: kalsium, natrium, kalium, magnesium, besi, klor, fosfor, sulfur, dan yodium. Bahkan ada jenis madu tertentu yang mengandung uranium. Dari laporan penelitian Universitas Moskow menyebutkan bahwa, madu ternyata juga mengandung logam alumunium, boron, krom, tembaga, timbal, titanium, seng, asam organik, asetilkolin, hormon, antibiotik, zat antiracun serta zat antikanker. Zat-zat ini disebutkannya sebagai sangat penting untuk memperlancar proses biokimia tubuh dan proses penyembuhan aneka penyakit. unsur kandungan seperti vitamin A, vitamin B1, vitamin B2, antibiotika, dan lainnya, mampu menggantikan sel-sel tubuh yang mati, memelihara kebugaran tubuh, mempertahankan keperkasaan laki-laki, mengobati leukemia dan AIDS. Madu juga menggantikan Antibiotika bagi penderita kanker, membantu menyembuhkan rematik, wasir, prostat, jantung, tukak lambung, penyakit kulit, luka bakar dan khasiat-khasiat lainnya. Adapun kandungan enzim dalam madu dilaporkan paling tinggi jika dibandingkan dengan makanan lainnya. 

Green Tea (Teh Hijau) 

Teh (Camellia sinensis) adalah salah satu minuman yang paling banyak dikonsumsi di dunia. Teh hijau atau dikenal dengan istilah jepang sebagai Ryokucha adalah teh yang sangat umum di Jepang sehingga bila disebut “teh” (ocha) maka kemungkinan besar yang dimaksudkan adalah teh hijau. Konsumsi teh sendiri sebenarnya berasal dari Cina yang dimulai sekitar 4000 tahun lalu, sedangkan di Jepang sendiri mulai diperkenalkan sekitar abad ke 6. Pada awalnya teh adalah minuman bagi golongan religius di Jepang seperti para pendeta. Di masa pemerintahan Kaisar Saga (786–842M), teh mulai diperkenalkan kepada para bangsawan dan keluarga kerajaan, dan akhirnya menyebar ke masyarakat Jepang secara keseluruhan. Teh hijau banyak tumbuh di kawasan Asia.
Teh ini mengandung bahan kimia yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Zat ini akan membuat tubuh dalam keadaan seimbang dengan menghancurkan radikal bebas yang merusak sel. Tahun 1994, sebuah jurnal yang diterbitkan untuk kalangan ahli kanker menyebutkan bahwa teh hijau yang dikonsumsi masyarakat Cina telah membuat mereka terhindar dari kanker.
Belakangan ini, bukti baru telah ditemukan bahwa minum teh secara rutin bisa menurunkan kadar kolesterol darah, dan menyeimbangkan kadar tersebut. Teh hijau menjadi sangat istimewa karena mengandung khasiat Catechin polyphenol, sejenis antioksidan yang sangat kuat, sehingga bisa menekan pertumbuhan sel kanker, tanpa merusak jaringan yang sehat. 
Unsur Polyphenol yang sama juga diketahui menurunkan kadar LDL dan memperbaiki sifat pembekuan darah yang tidak normal. Para ilmuwan di Jepang percaya bahwa antioksidan polyphenol yang terdapat pada teh hijau adalah bahan yang bertanggung jawab dalam memberikan keuntungan bagi kesehatan, yaitu mampu mengurangi resiko penyakit jantung, membunuh sel tumor dan menghambat pertumbuhan sel kanker paru – paru, kanker usus, sel kanker kulit, serta dapat membantu proses pencernaan melalui stimluasi peristalsis dan pembuatan cairan pencernaan.
Semua teh khususnya teh hijau mengandung fluoride, suatu mineral yang dapat mencegah pertumbuhan karies gigi, mencegah radang gusi dan gigi berlubang. Teh hijau juga mengandung vitamin C dosis tinggi serta hasil penelitian terakhir tentang teh hijau menunjukkan bahwa kandungan senyawa golongan tanian yang terkandung dalam teh hijau mampu mencegah dan mengobati penyakit ginjal. Sementara daunnya dapat digunakan sebagai kompres kulit yang terkena gigitan serangga, terbakar sinar matahari atau sebagai penyegar mata yang lelah.

Srigunggu / Sengugu 
        Bahasa latinnya adalah Clerodendron Serratum. Srigunggu dikenal juga dengan istilah senggugu atau dalam bahasa Cina disebut San tai hong hua. Srigunggu tumbuh liar pada tempat-tempat terbuka atau agak terlindung, bisa ditemukan di hutan sekunder, padang alang-alang, pinggir kampung, tepi jalan atau dekat air yang tanahnya agak lembap. Senggugu diduga tumbuhan asli Asia tropik. Tanaman ini merupakan tumbuhan perdu tegak, dengan tinggi 1 - 3 m, batangnya berongga, berbongkol besar serta warna akarnya abu kehitaman.

Tumbuhan Senggugu memiliki sifat kimiawi yang terdapat di daun, kulit batang dan kulit akar. Daun Senggugu memiliki kandungan kimia, antara lain kalium, sedikit natrium, alkaloid, dan flavonoid flavon. Daun senggugu bersifat pahit, pedas, dan sejuk. Kulit batang Senggugu mengandung senyawa triterpenoid, asam oleanolat, asam queretaroat, dan asam serratogenat. Sedangkan kulit akar mengandung glikosida fenol, manitol, dan sitosterol. Efek Farmakologis yang dimiliki daun tumbuhan Srigunggu adalah sebagai infus kesehatan serta daun senggugu secara in vitro diteliti dapat menghancurkan batu ginjal.
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan National Cancer Institut of Washington menemukan ekstrak air tumbuhan Srigunggu aktif sebagai anti-HIV in vitro. Tanaman srigunggu diidentikkan dengan sebuah metode pengobatan tradisional yang terkenal, yaitu gurah. Gurah dipercaya bisa membantu mengobati berbagai penyakit yang terkait dengan saluran napas, seperti batuk, bronchitis, sinusitis, asma. Termasuk juga menjadikan saluran pernapasan lebih longgar sehingga memperbagus suara. Bagian tanaman srigunggu yang biasanya digunakan untuk gurah adalah akar dan daun.

Khasiat tanaman Srigunggu antara lain :
Menyembuhkan batuk, flu, alergi debu, hidung meler, sinusitis, sesak napas (asma), memar, rematik,; Radang saluran napas (bronchitis), tulang patah (faktur), bisul, perut busung, cacingan, malaria, memberikan tenaga setelah melahirkan, digigit ular, menjernihkan suara dan memanjangkan napas.

Khasiat serta taste ROKOHERBAL yang khas bisa langsung dirasakan para perokok aktif ketika pertama kali menghisap rokok ini. Hal yang paling signifikan akan dirasakan ketika bangun tidur dan dalam melakukan aktifitas sehari-hari, tubuh akan terasa lebih segar dan nafas akan terasa lebih ringan. Ini menandakan sisa racun di dalam tubuh semakin berkurang dan kadarnya menurun.
Bagi sebagian perokok akan merasakan rasa pahit dan gatal di tenggorokan, muncul rasa panas, pusing, mual serta gejala-gejala ringan lainnya. Hal ini menunjukkan bahan ramuan herbal yang ada di dalam ROKOKHERBAL sedang aktif  bekerja mengurangi hingga menghilangkan kadar racun yang tinggi dalam darah, paru-paru dan tubuh perokok. Reaksi yang terjadi pada tubuh  adalah berupa keluarnya cairan berbentuk lendir dari telinga, hidung dan tenggorokan. Cairan - cairan ini harus selalu dibersihkan karena mengandung zat-zat yang bisa meracuni tubuh. Jika kotoran atau racun dalam paru-paru dan tenggorokan terlalu pekat, kemungkinan cairan lendir yang keluar beserta darah kotor. Itu menandakan kadar racun yang ada di dalam tubuh sangat banyak serta penumpukan racun tersebut sudah terjadi perlahan-lahan  dalam waktu yang cukup lama. Akibat munculnya reaksi-reaksi tersebut, maka dianjurkan untuk terus mengkonsumsi Rokok Herbal hingga gejala-gejala yang muncul dan dirasakan itu berkurang dan bahkan hilang.
Selain itu Rokok Herbal juga aman untuk di konsumsi, selain karena kadar Nikotinnya yang rendah, kadar Tar herbal-nya yang tinggi, asap ROKOHERBAL pun bisa berfungsi sebagai terapi kesehatan bagi para perokok pasif  yang secara tidak langsung ikut menghisap asap ini. Rokok Herbal memiliki tingkat kadaluarsa cukup lama. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan, bahwa semakin lama ROKOHERBAL disimpan maka kenikmatannya justru akan semakin terasa. Selama masa penyimpanan itu akan muncul beberapa noda atau bercak di batang ROKOKHERBAL sebagai hasil reaksi ramuan yang semakin matang,  sehingga khasiatnya semakin cepat bekerja apabila dikonsumsi. Selain itu daya tahan penyimpanan  serta tingkat keawetan ROKOKHERBAL ini  tidak akan mengurangi kualitas, mengubah rasa maupun mengurangi manfaat ramuan herbal  yang terkandung di dalamnya.
Rokok Herbal bekerja dengan prinsip melancarkan peredaran darah sehingga memberikan efek yang baik bagi metabolisme tubuh. Metabolisme tubuh yang baik dibentuk dari gaya hidup yang sehat, dan gaya hidup sehat bisa didapatkan dengan mengkonsumsi ROKOKHERBAL karena ROKOKHERBAL memiliki keistimewaan, antara lain :
  1. Kandungan Nikotin yang rendah sehingga mengurangi resiko terhadap penyakit jantung.
  2. Tingginya nilai ramuan Tar yang terbentuk dari campuran bahan herbal meminimalisir munculnya penyakit paru dan saluran pernafasan.
  3. Menetralisir zat-zat berbahaya yang terkandung dalam tembakau.
  4. Membantu menyembuhkan penyakit Kencing Manis, Liver, Lambung, Pencernaan, Ginjal dan Impotensi.
  5. Asap ROKOKHERBAL mampu menetralisir kandungan racun-racun yang terdapat dalam darah dan organ tubuh.
  6. Menormalkan tekanan darah, membantu menyembuhkan kecanduan Narkoba, Ganja dan Minuman Keras.
  7. Menurunkan tingkat Kolesterol, Asam Urat, dan Gula Darah.
  8. Membantu meringankan dan menyembuhkan Penyakit Herbalusitis dan Polip.
  9. Berfungsi sebagai Gurah yaitu mengeluarkan racun yang terdapat pada paru-paru dan darah melalui cairan-cairan yang keluar dari mulut, hidung dan telinga.
  10. Meringankan dan menyembuhkan penyakit Asma.
Karena sifatnya yang bereaksi dengan bahan kimia, beberapa hal yang mungkin terjadi saat atau setelah menghisap Rokok Herbal:
  1. Badan tidak enak, pusing, tenggorokan sakit, beberapa bagian tubuh terasa penat, perut mulas, mengindikasikan banyaknya bahan kimia dalam tubuh sehingga kita perlu menghindari dan mengatur pola makan sehat.
  2. Hanya dengan 3 atau 5 hisapan Rokok Herbal sudah terasa perubahan dalam tubuh. Reaksi ramuan bekerja melancarkan peredaran darah sehingga mungkin berakibat badan sedikit “merinding” atau pusing yang berlangsung beberapa saat, setelah itu badan terasa hangat dan segar.
  3. Mata pedih bila terkena asap Rokok Herbal mengindikasikan mata lelah dan banyaknya zat-zat polutan udara yang masuk ke mata, dalam hal ini ramuan bekerja menormalkan kondisi mata dan harus istirahat.
  4. Mulut terasa asam mengindikasikan ramuan bekerja menormalkan asam lambung dan perlu memperhatikan makanan dan minuman yang dikonsumsi.
  5. Mulut terasa gurih dan selalu basah, karena ramuan bekerja menjaga dan menormalkan produksi enzim serta kelembaban mulut dan tenggorokan.
Bagi para perokok berat yang ingin berhenti dari kebiasaan merokok, dianjurkan untuk tidak berhenti secara langsung. Namun perlahan-lahan mengurangi jumlah rokok yang dikonsumsi per hari- nya. Karena metabolisme tubuh perokok sudah terbiasa menerima asupan Tar, Nikotin dan berbagai senyawa berbahaya lain dalam waktu yang cukup lama, sehingga jika terjadi perubahan metabolisme yang terlalu cepat akan menyebabkan terganggunya sistem metabolisme tubuh yang sudah terbiasa dimasuki kandungan serta senyawa berbahaya dari rokok. Hal ini justru akan mempercepat munculnya berbagai macam penyakit mematikan terutama jantung dan  kanker paru . Untuk itu “ROKOKHERBAL” menawarkan suatu metode “Berhenti Merokok dengan Rokok”. Para perokok berat bisa menjalankan terapi berhenti merokok dengan menggunakan ROKOKHERBAL.
ROKOKHERBAL diproduksi dengan ketelitian dan standar produksi yang tinggi. Dimana kualitas rasa, higienitas proses produksi, serta bahan baku pilihan menjadi hal penting dan selalu diutamakan dalam produksi ROKOKHERBAL.
ROKOKHERBAL merupakan produk Rokok yang memiliki tujuan untuk memulihkan fungsi Rokok yang sebenarnya, yaitu fungsi rokok yang baik untuk kesehatan. Oleh karena itu ROKOKHERBAL dibuat dari ramuan herbal warisan leluhur yang berkhasiat baik untuk kesehatan tubuh. Campuran ramuan yang terdapat dalam ROKOKHERBAL memiliki fungsi untuk :
  1. Menghilangkan kandungan zat-zat beracun serta senyawa kimia dalam bahan baku Rokok.
  2. Menciptakan rasa yang khas, original serta memiliki karakter yang kuat.
  3. Menyembuhkan berbagai macam penyakit.
Rokok Herbal diproduksi dengan berbagai varian, sesuai dengan campuran kandungan ramuan-ramuan herbal yang terdapat di dalamnya.  Tentu saja produksinya mengikuti selera konsumen yang menginginkan “Rasa Rokok” serta  mengutamakan “Terapi Pengobatan dan Kesehatan”.
ROKOKHERBAL berkomitmen untuk terus melakukan pengembangan dan perbaikan produksi melalui riset terhadap bahan ramuan dan bahan bakunya. Untuk rencana kedepannya, ROKOKHERBAL akan melakukan perubahan dalam segi pengembangan produk dengan menggunakan bahan baku yang lain selain tembakau, yaitu daun bayam dan daun pisang. Tentu saja hal ini dilakukan untuk terus mempertahankan ciri khas ROKOKHERBAL sebagai Rokok yang menyehatkan.

DETAIL PRODUK ROKOK HERBAL
HERBAL KRETEK
Dalam budayanya, rokok kretek diolah dengan menggunakan tembakau asli yang dikeringkan dan dipadukan dengan cengkeh sehingga ketika dihisap akan terdengar bunyi suara kretek-kretek, yang menjadikan simbol kenikmatan para penikmat rokok. Berbeda dengan rokok yang menggunakan tembakau buatan, ketika dihisap tidak ada suara yang ditimbulkan dan baunya pun juga agak keras. Jenis cerutu merupakan simbol rokok kretek yang luar biasa, pembuatannya semua alami dan tidak menggunakan mesin tapi manual tangan pengrajin. Disinilah letak kepuasan tersendiri dari cita rasa rokok kretek.
Rokok kretek sangat identik dengan kesan "rokok pria dewasa" yang memiliki karakter kuat baik dari aroma maupun taste yang dihasilkan. Dengan karakter yang dimiliki tersebut, segmen rokok kretek masih terbatas pada kalangan tertentu saja. Melihat peluang itulah ROKOKHERBAL menghadirkan sebuah produk rokok kretek dengan branding ‘ HERBAL KRETEK ’. Rokok Herbal Kretek muncul sebagai produk rokok kretek masa depan yang memiliki segmentasi pasar yang luas dan hadir ditengah – tengah kampanye go green masyarakat dunia.
Dengan mengedepankan tema kesehatan, rokok Herbal Kretek hadir sebagai rokok kretek pertama yang mampu memadukan kekhasan cita rasa dan karakter kesehatan dengan sempurna. Rokok Herbal Kretek memiliki cita rasa yang sangat jauh berbeda dari rokok kretek yang selama ini hadir di pasaran. Rokok Herbal Kretek dihasilkan dari campuran ramuan herbal yang terbukti memberikan khasiat baik bagi tubuh. Untuk memaksimalkan cita rasa, rokok Herbal Kretek menggunakan tembakau dengan kualitas yang terbaik. Istimewanya, kadar nikotin yang terdapat dalam tembakau mampu dinetralisir dengan baik oleh campuran ramuan herbal pilihan. Oleh karena itu, produk rokok Herbal Kretek yang dihasilkan merupakan produk unggulan yang diracik dengan bahan – bahan herbal pilihan serta tetap memiliki kandungan nikotin yang paling rendah, yaitu 0,3mg.
Satu hal yang membuat rokok Herbal Kretek sangat istimewa dan berbeda dari Rokok Kretek lainnya adalah keunikan yang terdapat pada taste. Rokok Herbal Kretek memiliki taste mint yang sangat kuat dan menyegarkan tenggorokan. Sensasi mint ini muncul dari campuran beberapa ramuan herbal yang menjadi bahan baku pembentuknya. Sehingga melalui blending ramuan herbal pilihan yang menghasilkan karakter dan sensasi mint yang kuat dan unik serta didukung oleh proses produksi yang memiliki standarisasi yang baik, produk rokok Herbal Kretek menjadi rokok Herbal Kretek Mint pertama dan satu – satunya di dunia.

Baca Selengkapnya → Berhenti Merokok Dengan Merokok